Pengertian Mengenai Mantra, Seloka dan Gurindam

Pengertian mantra, seloka dan gurindam beserta ciri-ciri, fungsi dan contohnya,- Mantra, seloka dan gurindam adalah sebuah puisi lama yang banyak kita jumpai pada materi sekolah, materi ini banyak diajarkan pada sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK. Puisi sebuah seni tertulis di mana bahasa yang digunakan berasal dari hasil ungkapan dari perasaan si penyair dengan bahasa yang terikat dengan irama, rima, bait dan katanya penuh makna.


Puisi bisa dibilang sebagai pengungkapan perasaan dan pikiran dari si penyair yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yang indah, yang dimana jika dibaca akan menimbulkan kesan mendalam terhadap pembaca dan pendengar. puisi banyak sekali macamnya seperti puisi lama yang telah banyak diajarkan disekolah-sekolah, contohnya yang paling umun adalah mantra, seloka dan gurindam. untuk penjelasana bisa dilihat dibawah ini.

1. Mantra

a). Pengertian Mantra
Mantra adalah kata atau ucapan yang mengandung hikmah dan kekuatan gaib, Kekuatan mantra di anggap dapat menyembuhkan atau mendatangkan celaka. Keberadaan mentra dalam masyarakat melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat kepercayaan. (Asal mantra dari melayu).

b). Ciri-ciri mantra

  • Mengandung rima dan irama.
  • Mengandung kekuatan gaib.
  • Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd.
  • Bersifat lisan, sakti/magis.
  • 1 baris terdiri dari 4-6 kata dan 8-12 suku kata.


c). Fungsi mantra

  • Mantra untuk mengobati orang sakit.
  • Mantra untuk menguna-guna orang.
  • Mantra untuk berburu.
  • Mantra untuk mengusir makhluk halus.
  • Mantra untuk perlindungan.


d). Contoh mantra (pengusir makhluk halus)

Sihir lontar pinang lontar
Terletak di ujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku siapa tidak berbunyi

2. Seloka

a). Pengertian seloka
Kata "seloka" berasal dari bahasa "Shloka" puisi jenis ini digunakan dalam kitab-kitab tua india (Mahabarata dan Ramayana). Manurut kamus dewa, seloka ialah sejenis puisi yang mengandung ajaran (sindiran, jenaka, dan lain-lain). Mangandung banyak pribahasa yang disusun dengan cara senada atau mempunyai irama hingga kadang kata sama dengan peribahasa berirama.

b). Ciri-ciri seloka:

  • Karangan berangkap yang memakai pertentangan bunyi rima ujung yang bebas.
  • Terbagi kepada unit pembayang (induk kalimat) dan unit maksud (anak kalimat)
  • Perkataan sindiran atau ejekan disampaikan dalam bentuk berangkap.
  • Mengandung unsur jenaka atau senda gurau.
  • Digunakan untuk menyindir sambil mengajar.
  • Tidak tetap bilangan baris dan iramanya.
  • Sebuah seloka memiliki kesatuan isi atau ide yang lengkap.
  • Satu bait seloka terdiri dari 4 baris atau lebih.


c). Peranan dan Fungsi seloka

  • Seloka berperan sebagai alat yang berfungsi untuk menyidik, mengejek, bergurau dan berjenaka.
  • Secara umum seloka dapat menggambarkan mesyarakat yang amat mementingkan keharmonisan dan katatasusilaan.
  • Sesuai dengan sifat halus orang melayu puisi seloka ini digunakan untuk mengkritik perlakuan negatif anggota masyarakat tanpa menyinggung perasaan individu sasaran.


d). Contoh Seloka 

"Pak Kaduk"

Aduhai malang pak kaduk
Ayamnya memang kampung tergadai
Ada nasi di curahkan
Awak pulang kebuluran
Mudik menongko surat
Hilir menangkan pasang
Ada isteri di bunuh
Nyaris mati oleh tak makan
Masa berlayar kematian angin
Salin di labun bayu di pupuk
Ada rumah bertandang duduk

3. Gurindam

a). Pengertian Gurindam
Gurindam adalh Puisi melayu lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan irama yang sama dan merupakan kesatuan yang utuh. Arti "Gurindam" sendiri berasal dari india yaitu Kurindam yang berarti mula-mula atau perumpamaan.

b). Ciri-ciri gurindam

  • Satu bait terdiri dari dua baris.
  • Jumlah suku kata dalam setiap barisnya tidak ditentukan namun pada umumnya terdiri 10-14 suku kata.
  • Bersajak A-A
  • Adanya hubungan sebab akibat.
  • Berisikan nasihat dan kata-kata mutiara.
  • Satu baris minimal 5 kata dan maksimal 8 kata.


c). Fungsi Gurindam
Berdasarkan isinya gurundam dapat dianggap sebagai puisi yang digunakan untuk tujuan pendidikan hiburan. Sebagai gambaran masyarakat yang dapat memancarkan kreatifiti eletika serta daya intelektual masyarakat melayu lama dalam menanggani kehidupan mereka, sebagai media komunikasi antara ahli masyarakat terutama dalam majelis-majelis yag formal.

d). Contoh Gurindam

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Barang siapa eninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termansa

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya berkah berkat.

Itulah pengertian dari mantra, seloka, gurindam beserta ciri-ciri, fungsi dan contohnya, semoga sedikit informasi mengenai bahasa indonesia diatas dapat bermanfaat bagi anda dan terima kasih.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Mengenai Mantra, Seloka dan Gurindam "

Post a Comment