Teknik Pengolahan atau Pengawetan (Fisika, Kimia, Mikrobiologis)

Teknik Pengolahan atau Pengawetan (Fisika, Kimia, Mikrobiologis)

Dasar-dasar pengolahan produk - Sebagian besar produk pertanian, khususnya buah-buahan dan sayuran lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar dari pada dalam bentuk olahan. Di samping mengandung bahan-bahan seperti protein, karbohidrat, dan vitamin masih cukup tinggi, juga masih mempunyai cita rasa yang segar dan menarik. Namun demikian karena sifat dari produk pertanian itu sendiri yang mudah busuk dan rusak maka alternatif untuk diolah menjadi produk pasca panen merupakan hal yang bijaksana untuk dilakukan. Tingkat kerusakan produk pertanian khususnya buah dan sayuran diperkirakan sekitar 30% sampai dengan 40%, sedangkan 60% dikonsumsi dalam bentuk segar dan olahan.

Di beberapa wilayah yang merupakan pusat pemasaran produk pertanian, mempunyai peluang yang cukup besar bagi penyediaan produk pertanian seperti buah-buahan dan sayuran sebagai bahan baku olahan produk pertanian. Produk olahan pertanian selain dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk pertanian tersebut juga dapat memperluas aneka produk pertanian menjadi beberapa produk olahan serta dapat meningkatkan pendapatan para petani.

Perkembangan teknologi pengolahan buah-buahan yang merupakan hasil penelitian pada Pusat Penelitian Hortikultura, Badan Litbang Pertanian telah banyak dihasilkan.Teknologi tersebut telah digelarkan kepada kelompok-kelompok wirausaha, bahkan kondisi di lapangan menunjukkan bahwa teknologi tersebut telah banyak diterapkan oleh beberapa kelompok tani serta wirausahawan di wilayah Nusantara.

Teknik Pengolahan dan Pengawetan Produk Pertanian

Untuk mendapatkan hasil pengolahan yang baik dan kualitas yang diinginkan, diharapkan mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar tentang pengolahan dan pengawetan produk pertanian. Hal ini akan berpengaruh pada usaha-usaha untuk memodifikasi dan mengembangkan resep-resep yang telah dihasilkan. Teknologi pasca panen pada umumnya merupakan penerapan secara teknik daru ilmu dan mekanisasi dalam perlakukan dan pengolahan untuk mengamankan dan mempertinggi daya guna makanan berdasarkan pada ilmu kimia, fisika, biologi, dan mekanisasi.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh teknologi makanan antara lain mengubah bahan makan menjadi bentuk yang mudah dipergunakan dan lebih dimanfaatkan oleh masyarakat baik dalam harga maupun rasa, membuat bahan pangan serta hasil olahannya menjadi tahan simpan, mempertahankan atau memperbaiki nilai gizi, membantu atau mencegah terjadinya gangguan kesehatan karena makanan (sanisatasi, pengawasan, pengolahan, dan mutu bahan).


Ilmu teknologi makanan tidak mengajarkan cara-cara merubah bahan makan yang busuk menjadi baik, melainkan mempertahankan yang baik (bentuk kekerasan, warna, rasa, dan sebagainya) agar tetap baik. Teknologi makanan adalah ilmu memperlakukan bahan makanan menjadi makanan yang harus memenuhi kepuasan mata (warna, ukuran, keseragaman, konsisten), kepuasan hidung (bau, aroma), kepuasan tangan (keras, empuk, liat, butir, tepung, dan sebaginya), kepuasan lidah (cita rasa), kepuasan gizi (keras, empuk, liat, dan sebaginya) di samping memperbaiki gizi untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan badan yang sehat, kuat, dan cerdas serta pengamanan dan penyelamatan modal.

Pengawetan makanan sudah dikenal sejak berabad-abad lamanya. Pada awalnya pengawetan hanya dikerjakan agar bahan makan dapat disimpan hingga waktu paceklik atau apabila produksi sangat melimpah. Secara garus besar, pengolahan makanan dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu pengawetan secara fisika, kimia, dan mikrobiologis. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Pengawetan Secara Fisika

Pada tahapan pengawetan secara fisika dapat dilakukan dengan cara pendinginan dan pengeringan.

a. Cara pendinginan
Jika suhu penyimpanan diturunkan maka bahan yang disimpan akan lebih tahan lama sebab perkembangan jasad renik dan metabolisme bahan yang disimpan akan berjalan lebih lambat.

b. Cara pengeringan
Pada cara pengeringan kadar air bahan akan diturunkan sedemikian rupa sehingga enzim-enzim tidak dapat bekerja dan jasad renik tidak dapat berkembang biak. Banyaknya sisa air yang diperbolehkan adalah berbeda untuk tiap jenis bahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain adalah kadar gula, kadar garam, lamanya penyimpanan, dan sebagainya. Pada umumnya kadar air bahan makanan yang telah dikeringkan antara 1 sampai 20%.

Pengeringan bahan makanan dapat dikerjakan sebagai berikut.
  • Pengeringan alami (matahari), Pengeringan matahari dapat dilakukan dengan penjemuran sederhana yaitu dengan cara penghamparan di bawah sinar matahari atau dikerjakan dengan mempergunakan alat pengering tenaga tata surya. Bila perlu untuk menghindari menjadi hitamnya jaringan-jaringan sebelum dikeringkan dilakukan terlebih dahulu pembelerengan. Pemberian uap belerang dibakar (gas belerang dioksida) berjalan selama 15 menit sampai beberapa jam. Banyaknya belerang diserap dipengaruhi oleh suhu dan pendekatan belerang dioksida tersebut. Pembelerangan ini rata-rata membutuhkan 1000 sampai 3000 bagian per-juta belerang dioksida yang sebagian besar akan hilang waktu proses pengeringan berikutnya.
  • Pengeringan buatan, Tiap butir atau tiap potong bahan makanan yang mempunyai kadar air tertentu mempunyai keseimbangan dengan kelembapan nisbi udara. Pada pengeringan buatan, sifat ini harrus diperhatikan pula bahwa suhu dan lamanya pengeringan akan mempengaruhi rasa, warna, dan kekerasan bahan tersebut.

2. Pengawetan Secara Kimia

Pengawetan bahan makanan secara kimia bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut/

a. Pengawetan dengan garam dapur
Banyaknya garam dapur yang terdapat dalam suatu bahan makanan menentukan jasad renik yang dapat berkembang biak di dalamnya. Kadar garam juga akan mempengaruhi tingkat perubahan yang akan dicapai oleh jasad renik tersebut. Garam dapur merupakan racun untuk jasad renik dan bersama-sama dengan asam mempunyai daya rusak jasad renik.

Garam dapur yang kotor mengandung banyak zat-zat lain misalnya magnesium clorida (MgCI2), Kalsium sulfat (CaSO4), kalsium clorida (CaCI2) dan garam-garam lainnya. Bahan-bahan tersebut sangat mempengaruhi mudah tidaknya garam masuk kedalam bahan yang akan digarami. Kecuali itu juga mempengaruhi warna dan rasa. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan garam yang sudah dibersihkan.

b. Pengawetan dengan asam
Bakteri pembusuk berkembang biak pada pH yang tinggi. Untuk merendahkan pH tersebut perlu ditambahkan asam, misalnya asam sitrat atau asam laktat sebanyak 1,5 - 1,8 % atau asal clorida sebanyak 0,036 - 0,072 %.

c. Pengawetan dengan karbon dioksida
Karbondioksida banyak digunakan pada minuman-minuman penyegar atau minuman berkarbonasi. Karbondioksida digunakan untuk memperpanjang kesegaran buah yang disimpan dalam bejana tertutup.

d. Pengawetan dengan antibiotik atau bahan pengawet lainnya
Antibiotik yang pernah digunakan sebagai bahan pengawet antara lain sulfatiazol, sulfanilamid, penicilin G, dan Streptomycin. Bahan pengawet makanan yang sekarang lazim dipergunakan misalnya asal benzoat, dan garam-garaman, asam sorbat dan garam-garaman, aspara cloro-benzoat, microhim, solbrol A dengan garam-garamnya, Hezamethylene tetramine, preventol O extra atau preventol ON extra.

e. Pengawet dengan gula
Gula banyak sekali digunakan pada pengawetan makanan yang berasal dari buah-buahan. Sari buah, sirup, anggur, manisan buah, selai merupakan contoh makanan awet yang banyak menggunakan gula. Gula dalam hal ini berfungsi ganda, memberi rasa manis, mempertahankan warna dan kekerasan dan menarik air dari sel-sel buah-buahan sehingga mikroba tak cocok tumbuh disana. Penggunaan gula selalu dikombinasikan misalnya dengan pengeringan, dengan bahan pengawet, canning dan fermentasi.

3. Pengawetan Secara Mikrobiologis

Pengawetan makanan umumnya untuk atau mencegah perkembangbiakan mikroba. Namun kenyataanya tidak semua jasad renik merusaj, beberapa jenis diantaranya bisa digunakan untuk pengawetan makanan. Produksi sejumlah asam oleh jasad renik tertetu menciptakan kondisi yang baik untuk jasad renik lainnya. Proses yang terakhir ini lazim disebut dengan peragian atau fermentasi.

Fermentasi adalah proses an-aerobic atau sebagian aerobic, suatu proses oksidasi karbohidrat. Fermentasi dibedakan dari pembusukan karena terahir merupakan perombakan an-aerobic terhadap bahan yang mengandung protein.

Natrium Clorida/garam dapur sangat berguna pada proses fermentasi karena garam ini menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk dan sebagian terbesar miroba lainnya. Bakteri tertentu tahan dalam larutan garam. Contoh hasil fermentasi antara lain anggur, cuka (cider), alkohol, acar, dan macam-macam asinan lainnya.

Read More
Teknik Dasar Bola Voli (Servis, Passing, Smash, Blocking)

Teknik Dasar Bola Voli (Servis, Passing, Smash, Blocking)

Teknik Dasar Permainan Bola Voli - Permainan bola voli ini dipopulerkan pada tahun 1895. Pencipta bola voli adalah William G Morgan. Awalnya permainan ini diberi nama Minitonette namun kini lebih dikenal dengan nama Volley Ball atau bola Voli.

Permainan bola voli merupakan kombinasi dari 4 permainan bola besar, yaitu permainan handball atau bola tangan, baseball, tenis dan bola basket. Pencipta bola voli dan sosok yang menciptakan permainan bola voli ini adalah William G Morgan. Olahraga ini diciptakannya setelah dia bertemu dengan James Naismith (pencipta bola basket).

Baca: Sejarah Permainan Bola Voli dan Pencipta Bola Voli

Dalam melakukan permainan bola voli secara umum akan ditemui 4 teknik dasar bola voli yaitu service, passing, blocking dan melakukan smash. Jika Anda menguasai 4 teknik tersebut maka Anda bisa menjadi pemain bola voli yang handal. Berikut penjelasan mengenai 4 teknik dasar bola voli beserta cara melakukan teknik servis, passing, smash, dan block.

1. Teknik Servis Bola Voli (Atas, Bawah, dan Menyamping)

Servis merupakan suatu upaya seorang pemain untuk menyeberangkan bola melewati atas net dari luar garis belakang lapangan dan merupakan awalan dari suatu serangan. Servis dapat dilakukan dari atas maupun bawah ataupun dari posisi menyamping. Berikut langkah-langkah melakukan teknik servis atas, bawah dan menyampung.


a. Servis Atas
Cara melakukan servis atas adalah sebagai berikut.
  • Berdiri tegap dengan posisi melangkah menghadap jaring.
  • Lambungkan bola lurus ke atas menggunakan tangan kiri kurang lebih 60 cm di atas depan kepala dan pandangan dipusatkan pada bola.
  • Ayunkan lengan kanan dari belakang ke atas, kemudian ke depan secara serentak.
  • Pukul bola menggunakan telapak tangan.
  • Gerakan lanjutan ke depan bagi tangan yang memukul diikuti dengan melangkahkan kaki yang berada di belakang.
Adakalanya pemain tidak berhasil melakukan servis atas karena adanya beberapa kesalahan, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak terbuka, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, serta tidak diikuti gerakan lanjutan.

b. Service Bawah
Cara melakukan servis bawah adalah sebagai berikut.
  • Berdiri agak membungkuk dengan posisi kaki melangkah menghadap ke jaring net.
  • Tangan kiri memegang bola di bawah depan badan dan badan sedikit bungkuk.
  • Lambungkan bola menggunakan tangan kiri kurang lebih setinggi 30 cm, bersamaan dengan itu tangan kanan memukul dengan gerakan mengayun dari belakang bawah ke depan hingga bola melayang melewati atas net/jaring.
Adakalanya pemain tidak berhasil melakukan servis bawah karena adanya beberapa kesalahan, seperti sikap badan kaki, kedua kaki sejajar dan tidak ditekuk, badan kurang membungkuk, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, serta tidak diikuti gerakan lanjutan.

c. Servis Menyamping
Cara melakukan servis menyamping adalah sebagai berikut.
  • Posisi kedua kaki seikit dibuka menyamping ke arah net/jaring.
  • Tangan kiri memegang bola dan tangan kanan siap untuk memukul.
  • Lambungkan bola ke atas oleh tangan kiri di atas bahu, bersamaan dengan gerakan itu ayunkan lengan/tangan yang akan memukul.
  • Pukul dari samping ke belakang dengan telapak tangan terbuka mengarah ke bola.
  • Setelah melakukan servis dilanjutkan dengan gerak lanjut dari tangan pukul yang diikuti oleh anggota tubuh lainnya.

2. Teknik Passing Bola Voli (Atas dan Bawah)

Passing adalah gerakan menerima bola dari lawan. Passing dibagi menjadi dua jenis yakni passing bawah yang menggunakan lengan untuk menerima bola, dan pasing atas yang menerima bola menggunakan kekuatan jari-jari untuk menerima dan mengontrol bola. Berikut cara melakukan passing atas dan bawah yang benar dalam permainan bola voli.


a. Passing Atas
Cara melakukan Passing atas adalah sebagai berikut
  • Berdiri seimbang dengan tumpuan dua kaki dan salah satu kaki di depan.
  • Pandangan diarahkan pada bola dan badan sedikit condong ke depan.
  • Kedua tangan terbuka di atas kepada dengan siku bengkok ke samping.
  • Dorong bola ke atas dengan menggunakan pangkal jari-jari tangan diikuti dengan gerakan meluruskan kedua siku dan kedua lutut sehingga badan lurus.
  • Sikap akhir merupakan  gerak lanjut dari kedua lengan diikuti oleh anggota tubuh lainnya.
Kesalahan: Beberapa kesalahan yang terkadang dilakukan saat melakukan passing atas adalah sikap kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka dan sejajar, lutut tidak ditekuk, kedua lengan tidak berada di atas depan kepala, perkenaan bola tidak pada jari-jari tangan, dorongan tidak bersamaan pada saat meluruskan siku dan lutut, serta tidak diikuti gerak lanjutan.

b. Passing Bawah
Cara melakukan Passing bawah adalah sebagai berikut.
  • Berdiri seimbang dengan kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk, serta badan agak condong ke depan.
  • Kedua lengan dirapatkan dan lurus ke depan bawah.
  • Ayunkan kedua lengan secara bersama-sama lurus ke atas depan bersamaan dengan meluruskan kedua lutut.
  • Perkenaan pada kedua tangan.
  • Sikap akhir adanya gerak alnjut dari lengan yang diikuti anggota tubuh lainnya.
Kesalahan: Beberapa kesalahan yang terkadang dilakukan saat melakukan Passing bawah adalah sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka, lutut tidak ditekuk, kedua lengan kurang rapat, ayunan lengan dan meluruskan lutut tidak bersamaan, perkenaan bola tidak pada kedua tangan, serta tidak diikuti gerak lanjutan.

3. Teknik Smash Bola Voli

Smash dalam permainan bola voli adalah suatu usaha memukul bola untuk melakukan serangan keras yang ditujukan pada pertahanan lawan. Dalam melakukan Smash juga tidak asal-asaln, dibutukan cara yang benar agar smash bisa akuran dan menemui sasaran.


Berikut cara melakukan keterampilan smash dalam permainan bola voli yang baik dan benar.
  • Berdiri menghadap net/jaring dengan jaran 2-3 langkah.
  • Ambil awalan dengan langkah lebar dan datar, kemudian kedua lengan diayunkan ke belakang dan pandangan tertuju ke arah bola.
  • Lakukan tolakan dengan menekuk kedua lutut, kemudian lanjutkan dengan loncatan.
  • Ayunkan lengan yang akan memukul ke depan dan punggung melenting ke belakang.
  • Bola dipukul dengan lengan terjulur, telapak tangan terbuka, dan menaungi bola dengan melecutkan pergelangan tangan.
  • Lakukan pendaratan dengan menapakkan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper.

4. Teknik Blocking Bola Voli

Bendungan dalam permainan bola voli disebut dengan istilah "Block", yaitu upaya mengagalkan serangan (smash) dari pihak lawan dengan cara membendung bola dia atas jaring sambil melompat. Blocking dapat dibedakan menjadi blocking tangan aktif dan pasif. Dalam sebuah permainan, Blocking dapat dilakukan oleh satu orang, dua orang, atau tiga orang.


Hal tersebu tergantung pada kuat atau tidaknya serangan (smash) dari lawan. Untuk dapat memenangkan pertandingan, sebuah tim harus dapat bekerja sama dengan baik. Apabila sebuah smash terlalu kuat dan salah satu pemain berusaha melakukan blocking tetapi belum berhasil, pemain yang lain harus bisa bergerak cepat dan tepat untuk melanjutkan blocking. Cara melakukan Blocking aktif dalam Bola Voli yang benar adalah sebagai berikut:

a. Tahap pertama adalah tahap bergerak menuju posisi Block
Pemain melangkah ke sisi untuk mengambil posisi lompat yang baik. Bagian sebelah atas menghadap net, kedua lengan ditekuk sedikit dan diletakkan di depan tubuh. Telapak kedua tangan menghadap ke net.

b. Tahap kedua adalah tahap melompat
Pemain berdiri kira-kira setengah meter dari net dengan kedua kaki sedikit ditekuk. Dan posisi ini, pemain melakukan lompatan. Kedua lengan tetap pada posisi semula, ditekuk sedikit dan berada di depan tubuh. Jari-jari dibeberkan. Melompat dilakukan dengan meluruskan kedua kaki dan mengayunkan kedua lengan ke atas pada waktu yang bersamaan.

c. Tahap ketiga adalah tahap sentuhan dengan bola
Saat terjadi kontak dengan bola, semua jari tengan dibeberkan lebar-lebar. Jari-jari tangan harus kaku dan tegang. Kedua tangan diletakkan sedekat mungkin, sehingga bila tidak akan menyelinap di antara kedua tangan. Pada permainan block pasif, tubuh dan lengan tetap lurus ke atas. Block pasif cocok untuk pemain yang bertubuh kecil dan pendek. Pemain yang bertubuh pendek tidak mampu melakukan block aktif karena tidak dapat menjangkau tinggi-tinggi. Pada permainan block aktif, kedua tangan menekan bola ke arah lawan sejauh dan setinggi mungkin dari net.

d. Tahap keempat adalah tahap mendarat
Setelah kontak dengan bola, secepat mungkin mendarat. Lengan digerakan ke atas dan ke belakang secepatnya agar tidak menyentuh net. Pemain memutar tubuhnya sesuai dengan arah pukulan bola. Setelah mendarat segera mengambil posisi yang baru.

5. Peraturan Dalam Permainan Bola Voli

 Dalam permainan bola voli juga mengenai peraturan, untuk apa saja peraturan daam permainan bola voli bisa dilihat dibawah ini.
  1. Setiap tim pemain berhak untuk memainkan bola sebanyak-banyaknya tiga kali
  2. Permainan tidak boleh memainkan bola lebih dari satu kali secara berturut-turut (harus dioper pada yang lain)
  3. Poin diberikan setiap kali tim memenangkan permainan
  4. Jika tim yang melakukan servis gagal mengembalikan bola, maka lawan berhak melakukan servis
  5. Bola hidup ketika mulai dipukulnya servis ball hingga bola jatuh menyentuh tanah
  6. Bola dinyatakan masuk apabila bola jatuh dalam daerah garis lapangan atau tepat pada garis lapangan area lawan.
Note: Untuk lebih lengkapnya mengenai peraturan permainan bola voli bisa baca: peraturan-peraturan dalam permainan bola voli

Namun tidak hanya pemain yang handal saja untuk bisa memenangkan sebuah kompetisi bola voli. Dibutuhkan kekompakan dan kerjasama antar tim agar bisa memenangkan pertandingan. Anda tidak bisa mementingkan ego sendiri untuk bisa tampil menjadi pemain yang terbaik. Tanpa adanya kerjasama, anda tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan.

Dengan kerjasama tim yang baik beserta kemampuan pemain yang handal maka kemenangan bisa Anda raih dengan mudah. Apalagi  jika ditambah dengan sorak sorai pendukung maka tentu saja akan menambah semangat yang membara dalam dada untuk bisa memenangkan permainan ini.

Read More
Sejarah Sepak Bola dan Peraturan Permainan SepakBola

Sejarah Sepak Bola dan Peraturan Permainan SepakBola

Catatan Sejarah! Sebenarnya Permainan Sepak Bola Berasal Dari Negara Mana sih? - Siapa sih yang tidak mengenal permainan sepak bola? Olahraga yang paling terkenal di dunia ini ternyata masih banyak yang belum tahu lho bagaimana sejarah permainan sepak bola dan permainan sepak bola berasal dari negara mana. Padahal permainan sepak bola ini sangat dekat dengan Anda.

Bagaimana tidak? Semarak permainan sepak bola sudah dimulai dari tingkat lingkungan terkecil seperti Rukun Tetangga, kemudian ada sepak bola desa, kecamatan, antar kabupaten, nasional bahkan antar negara. Setiap kali piala dunia datak, sorak sorai selalu ramai menghiasi di setiap sudut rumah yang menandakan turut serta meramaikan pesta olahraga sepak bola dunia.

Nah, berikut ini adalah jawaban atas pertanyaan apa sejarah, peraturan permainan sepak bola dan permainan sepak bola berasal dari negara mana sih? Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya berikut ini!


Sejarah Permainan Sepak Bola

Sepak bola merupakan cabang olahraga yang memakai bola. Umumnya bola yang digunakan terbuat dari kulit. Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang saling memperebutkan bola untuk bisa memasukkannya ke dalam gawang. Masing-masing tim terdiri dari 11 orang pemain dengan 1 orang yang bertugas sebagai penjaga gawang.

Sejarah permainan sepak bola sudah dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi. Permainan menendang bola ini dimulai di Tiongkok pada masa Dinasti Han. Permainan serupa juga terjadi di Italia, yaitu menendang bola pada abad ke-16.


Sementara sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan berbagai aturan dasar mengenai permainan sepak bola ini. Kemudian sepak bola ini menjadi salah satu permainan yang paling digemari oleh berbagai kalangan baik anak kecil, orang tua, rakyat biasa maupun kalangan bangsawan. Semuanya menyukai permainan sepak bola ini.

Namun sayangnya, karena permainan sepak bola ini sering memicu bentrok dan kekerasan, permainan sepak bola ini sepat dilarang oleh Raja Edward III pada tahun 1365. Pelarangan ini juga didukung oleh Raja James dari Skotlandia pada tahun 1365.

Hingga akhirnya pada tahun 1815, kelahiran sepak bola modern telah dimulai di universitas dan sekolah. Pada tahun 1863 di Freemasons tavern mengumpulkan 11 sekolah dan klub untuk membahas aturan baku dalam permainan sepak bola seperti larangan untuk membawa bola di tangan dan lain sebagainya.

Selanjutnya selama tahun 1800-an jenis olahraga ini disebarkan oleh para pedagang, pelaut dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia dan menjadi berkembang hingga seperti sekarang ini. Pada tahun 1904 dibentuklah asosiasi tertinggi dalam dunia sepak bola yaitu FIFA. Nah sekarang sudah tahu kan permainan sepak bola berasal dari negara mana?


Peraturan Permainan Sepak Bola

Setelah anda mengetahui sejarah dan perkembangan permainan sepak bola berasal dari negara mana, berikut ini merupakan penjelasan mengenai aturan permainan sepak bola. Peraturan ini disepakati secara bersama agar permainan bisa berjalan dengan lancar dan tidak membahayakan para pemain. Beberapa peraturan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Lapangan
Lapangan yang digunakan dalam permainan sepak bola harus memiliki ukuran sebagai berikut:
  • Panjang lapangan = 90 – 120 m
  • Lebar lapangan = 64 – 90 m
  • Jari-jari lingkaran tengah = 9,15 m
  • Daerah hukuman pinalti = 40,39 x 16,5 m
  • Jarak titik hukuman dengan garis gawang = 11 m
  • Luas daerah gawang = 18,35 x 5,5 m.

2. Ukuran Gawang
Dalam permainan sepak bola intinya adalah memasukkan bola ke dalam gawang sebanyak-banyaknya, maka ada ukuran gawang yang sudah ditentukan. Yaitu:
  • Tinggi gawang 2,44 meter
  • Lebar gawang 7,32 meter.

3. Bola
Bola menjadi item penting dalam permainan sepak bola. Tanpa adanya bola maka permainan tidak bisa dilaksanakan. Beberapa aturan tentang ketentuan bola yang digunakan dalam permainan sepak bola adalah sebagai berikut:
  • Bahan bola = kulit
  • Bentuk bola = bulat
  • Berat bola = 396 – 453 gram
  • Keliling lingkaran bola = 68 – 70 cm

4. Aturan Memulai Pertandingan
Sebelum pertandingan sepak bola dimulai, para pemain harus berjabat tangan terlebih dahulu dan berbaris di tengah lapangan menghadap penonton. Wasit akan membawa uang logam yang akan kedua sisinya akan dipilih oleh masing-masing kapten tim.

Kemudian wasit akan melempar uang koin tersebut untuk menentukan siapa yang akan memulai duluan. Sisi uang yang keluar sesuai dengan kapten yang dipilih, maka bisa menentukan bola awal.

5. Jumlah Pemain Sepak Bola
Permainan sepak bola ini terdiri atas dua tim sepak bola. Masing-masing terdiri dari 11 orang dengan 1 orang bertugas sebagai penjaga gawang. Jika tim hanya berjumlah 7 pemain atau 5 pemain mendapatkan kartu merah maka secara otomatis tim tersebut kalah.

6. Waktu Permainan
Permainan sepak bola dilakukan dalam dua babak, masing-masing babak dilakukan selama 45 menit.

7. Peraturan Gol
Bola dinyatakan gol apabila masuk ke dalam jaring dan melewati gawang serta pemain tidak dalam kondisi offside, hands ball maupun pelanggaran. Semua keputusan berada di tangan wasit.
Nah itulah beberapa peraturan mengenai permainan sepak bola dan bagaimana sejarah perkembangan permainan sepak bola berasal dari mana. Dengan sepak bola mampu menyatukan berbagai ras, suku dan agama. Namun juga bisa memecah belah negara hanya perbedaan klub favorit. Semoga sepak bola tidak lagi memakan korban dan pertumpahan darah. Dan jayalah terus sepak bola Indonesia!
Read More
Fungsi Saluran Eustachius Pada Telinga

Fungsi Saluran Eustachius Pada Telinga

Apa Itu Saluran Eustachius? Menjadi manusia tentu patut disyukuri betapa hebatnya Tuhan menciptakan diri ini. Manusia dilengkapi dengan berbagai macam indra untuk bisa menikmati kebesaran tuhan dan nikmatnya dunia. Salah satunya adalah dilengkapi dengan indera pendengaran berupa telinga.

Tanpa adanya telinga Anda tidak bisa mendengar suara-suara yang indah, tidak bisa mendengarkan nyanyian alam bahkan tidak bisa berbicara karena tak ada satu kata pun yang pernah didengar. Namun dengan dianugerahinya sepasang telingan Anda bisa mendengar berbagai suara dengan jelas dan mudah.

Saat berbicara tentang telinga, maka secara tidak langsung Anda akan mendengar saluran eustachius. Meskipun terdengar asing, saluran eustachius ini merupakan bagian telinga dan memiliki peranan yang cukup penting.

Apa fungsi saluran eustachius?

Fungsi saluran eustachius adalah berguna untuk menjaga kenyamanan tekanan baik dari dalam telinga maupun tekanan dari luar telinga. Selain itu fungsi saluran eustachius yang lainnya adalah mengeringkan atau mengeluarkan cairan dari telinga bagian tengah, yaitu bagian belakang gendang telinga.


Fungsi saluran eustachius juga sebagai penghubung telinga bagian tengah dan bagian belakang tenggorokan. Pada saat menguap ataupun menelan, saluran ini akan mengalami buka tutup agar udara masuk, dan menyerasikan tekanan antara bagian telinga tengah dengan tekanan telinga dari luar sehingga memiliki tekanan yang sama.

Gangguan Fungsi Saluran Eustachius

Berbicara tentang bagaimana fungsi saluran eustachius merupakan bagian yang sangat penting pada telinga. Saluran ini berbentuk seperti tabung yang bisa menghubungkan ruang di belakang gendang telinga dengan telinga bagian tengah yaitu bagian belakang hidung. Panjang saluran eustachius pada orang dewasa biasanya mencapai 35 milimeter dengan diameter 3 milimeter.

Saluran ini tidak bisa dilihat secara langsung ataupun dirasakannya. Akan tetapi melalui alat khusus yang dimiliki oleh dokter specialis THT, saluran ini bisa dilihat dan diteliti. Di saluran ini terdapat beberapa otot kecil yang bertugas untuk melakukan kontrol untuk membuka atau menutup saluran eustachius tersebut.

Jika tidak ada fungsi saluran eustachius ini, telinga bagian tengah akan menjadi sebuah ruangan yang terisolasi di bagian kepala. Dan tentu hal ini dapat berbahaya karena rentan terhadap tekanan udara serta telinga bagian tengah menjadi tidak sehat.

Ada beberapa gangguan yang bisa menyerang fungsi saluran eustachius ini. Berbagai kondisi seperti alergi, demam atau infeksi sinus dapat menyebabkan perubahan saluran eustachius ini tidak terbuka dan menyebabkan perubahan tekanan udara. Cairan telinga akan berkumpul pada telinga bagian tengah dan bisa menyebabkan rasa yang sakit serta pembengkakkan.

Cairan telinga yang tidak bisa dikeluarkan dapat menyebabkan infeksi. Biasanya resiko ini lebih tinggi dialami oleh anak kecil jika dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini terjadi karena saluran eustachius pada anak-anak memiliki ukuran yang lebih pendek sehingga akan lebih mudah tersumbat. Selain itu, faktor merokok juga obesitas juga bisa mempengaruhi gangguan pada fungsi saluran eustachius ini.

Beberapa faktor lain yang dapat memicu munculnya gangguan pada saluran eustachius antara lain adalah naik pesawat terbang, menyelam dan berkendara saat naik gunung atau turun gunung. Beberapa gejala munculnya gangguan pada saluran eustachius antara lain adalah timbul rasa sakit pada telinga, adanya rasa geli, telinga terasa penuh, ada suara berdenging dan sedikit pusing.

Baca: Fungsi Bagian Struktur Anatomi Mata Beserta Gambar

Sebenarnya, pada saat terjadi gangguan pada saluran eustachius ini bisa sembuh dengan sendirinya. Bahkan mengunyah permen karet atau menguap juga bisa membantu proses penyembuhan.

Namun ada juga yang merasa terganggu dan tidak kuat karena gejala ini bisa berlangsung hingga 2 minggu. Maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter specialis THT untuk bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan secara tepat.

Apabila gangguan saluran eustachius ini disertai dengan rasa nyeri berkepanjangan, gangguan pendengaran yang erat dan tidak kunjung mereda setelah dilakukan pengobatan maka segera konsultasikan kepada dokter ahli agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Cara Mengatasi Gangguan fungsi Saluran Eustachius

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya fungsi saluran eustachius ini adalah untuk menghubungkan rongga hidung dengan telinga dan berfungsi untuk membuka atau menutup pada saat menelan. Saluran ini merupakan bagian yang penting dari telinga.
Saluran eustachius yang mengalami gangguan juga biasa disebut Eustachian tube dysfunction atau ETD. Gejala yang terjadi biasanya akan muncul pendengaran yang berkurang, berdenging, telinga penuh dan sedikit pusing.
Penyebab umum terjadinya ETD adalah karena terjadi penumpukan lendir yang berlebih, biasanya akibat flu, infeksi sinus atau alergi. Kebiasaan merokok dan juga kelebihan berat badan juga bisa memicu penyakit ini. 

Cara mengatasi gangguan pada fungsi saluran eustachius yang bisa Anda lakukan adalah mengobati penyebabnya misalnya flu maka sebaiknya diobati flunya. Agar produksi lendir dapat berkurang.

Secara alami gangguan saluran eustachius ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika dirasa sakit dan nyeri berlebihan maka anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli agar mendapatkan evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Read More
Pencipta Bola Voli dan Sejarah Perkembangan Bola Voli

Pencipta Bola Voli dan Sejarah Perkembangan Bola Voli

Pencipta Bola Voli - Tentu Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan permainan bola Voli? Permainan yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing tim terdiri dari 6 orang ini cukup menjadi salah satu olahraga yang populer di tengah masyarakat.

Permainan bola voli ini dipopulerkan pada tahun 1895. Pencipta bola voli adalah William G Morgan. Awalnya permainan ini diberi nama Minitonette namun kini lebih dikenal dengan nama Volley Ball atau bola Voli. Nah, untuk mengenal lebih jauh bagaimana sejarah perkembangan bola Voli dan sosok dibalik pencipta bola voli, Anda bisa menyimak penjelasan berikut ini!

Sejarah Perkembangan Permainan Bola Voli di Indonesia dan di Dunia

Permainan bola voli merupakan kombinasi dari 4 permainan bola besar, yaitu permainan handball atau bola tangan, baseball, tenis dan bola basket. Pencipta bola voli dan sosok yang menciptakan permainan bola voli ini adalah William G Morgan. Olahraga ini diciptakannya setelah dia bertemu dengan James Naismith.

James Naismith merupakan seorang yang menciptakan permainan basket. James smith ini lahir pada 6 november 1962 dan meninggal pada tanggal 28 November 1939. Sama seperti halnya sosok yang menginspirasinya James Naismith, William G Morgan juga mengabdikan hidupnya menjadi seorang instruktur pendidikan jasmani.

Baca: Pengertian strategi penyerangan dalam bola voli

William menciptakan permainan bola voli setelah 4 tahun James Naismith menciptakan bola basket. Pada tanggal 9 Februari 1985, awalnya permainan yang diciptakan oleh William ini diperuntukkan untuk anggota YMCA (Young Mens Christian Association) yang sudah tidak muda lagi. Karena hal itulah mengapa permainan bola voli tidak seaktif permainan bola basket.

Sejarah mencatat bahwa permainan bola voli ini berasal dari negara Amerika Serikat. Tepatnya di daerah Hoyloke, Massachusetts. Morgan menjelaskan bahwa permainan ini bisa dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Sasaran dalam permainan ini adalah para pemain untuk bisa mempertahankan bola dan bergerak melewati net ke wilayah lawan.

Mengenal William G Morgan, Pencipta Bola Voli

Saat mendengar nama William G Morgan tentu tidak dapat terpisahkan dari permainan bola voli. William G Morgan merupakan tokoh olahraga yang berasal dari Amerika Serikat dan sekaligus sebagai pencipta bola voli.
Morgan muda menempuh pendidikan kuliahnya di Springfield College yang dikelola oleh Young Mens Christian Association (YMCA). Di sini Morgan bertemu dengan pencipta permainan bola basket, yaitu James Naismith. James Naismith menciptakan permainan bola basket pada tahun 1891.

Setelah bertemu dengan Jame Naismisth, Morgan terinspirasi untuk menciptakan permainan dan terciptalah permainan bola voli. Bola voli ini merupakan kombinasi dari 4 permainan bola besar yaitu permainan bola tangan, baseball, basket dan bola tenis. Permainan ini diciptakan untuk orang yang sudah lanjut usia. Oleh karenanya permainan bola voli ini tidak terlalu banyak bergerak aktif seaktif basket.

Baca: Peraturan dalam bola voli yang benar

Ia menciptakan permainan bola voli selang 4 tahun setelah permainan bola basket ditemukan oleh James Naismith. Pada tahun 1895 Morgan menjabat sebagai direktur pendidikan Jasmani di YMCA di Massachusetts. Dia Mengabdikan sepanjang hidupnya dalam bidang pendidikan jasmani hingga akhir hayatnya dan meninggal pada tahun 1942.

Dalam sepanjang hidupnya, penghargaan yang pernah diraih oleh William G Morgan antara lain adalah pernah diundang sebagai tamu kehormatan dalam Springfield College Alumni Dinner sebagai pencipta bola voli. Selain itu pada tahun 1985 Morgan diberikan penghargaan oleh asosiasi bola voli dalam volleyball Hall of Fame di Massachusetts, Amerika Serikat.
Read More
Batas Wilayah Indonesia Secara Astronomis dan Geografis

Batas Wilayah Indonesia Secara Astronomis dan Geografis

Batas wilayah indonesia secara astronomis - Indonesia merupakan negara yang sangat luas yang terdiri dari ribuan pulau dan wilayah perairan yang luas. Indonesia ini terletak pada lokasi yang cukup strategis, yaitu diapit oleh dua samudra yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dan juga diapit oleh dua Benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia.

Karena wilayah yang sangat luas tersebut, wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan wilayah perairan. Batas wilayah Indonesia pun terdiri dari batas daratan dan juga batas laut Indonesia. Secara umum batas wilayah Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu batas wilayah Indonesia secara astronomis dan yang kedua adalah batas wilayah Indonesia secara geografis.

Batas Wilayah Indonesia Secara Astronomis

Batas wilayah Indonesia secara astronomis ditentukan berdasarkan letak wilayah Indonesia pada garis bujur dan garis lintang astronominya. Letak astronomi ini akan memberikan Indonesia titik koordinat astronomi terkait dengan wilayah yang dimilikinya.

Perhitungan letak astronomis Indonesia memungkinkan untuk dilakukan. Hal ini mengingat lingkaran garis bujur bumi yang terbagi menjadi Bujur Timur dan Bujur Barat. Sementara seluruhnya sebesar 360 derajat membagi bumi ke dalam garis lintang dari kutub utara hingga kutub selatan bumi. Letak astronomis ini juga kadang disebut dengan letak matematis.

Letak astronomis Indonesia membentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan 95 derajat Bujur Timur hingga 141 derajat Bujur Timur. Letak astronomi Indonesia ini telah memiliki pengaruh dalam beberapa hal.

Pengaruh letak astronomis Indonesia diantaranya adalah Indonesia berada di garis khatulistiwa. Karena dilewati Garis Khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Selain itu, karena letak garis bujur yang dimiliki, Indonesia terbagi menjadi 3 waktu bagian, yaitu Waktu Indonesia Timur, Waktu Indonesia Tengah dan Waktu Indonesia Barat.


Demikian pengetahuan mengenai batas wilayah Indonesia secara astronomis. Sementara batas wilayah Indonesia secara geografis akan dijelaskan berikut ini, tetap simak ya!

Batas Wilayah Indonesia Secara Geografis

Letak Indonesia secara geografis, negara ini memiliki letak yang cukup strategis. Posisi wilayah Indonesia secara geografis diapit oleh dua samudera dan oleh dua benua. Dua samudera tersebut adalah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Sementara dua Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Australia dan Benua Asia.

Sementara letak geografis Indonesia sendiri berada diantara 2 jalur pegunungan dunia, 3 daerah dangkalan laut dan juga 3 lempeng tektonik. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia sering terjadi gempa bumi bahkan tsunami seperti tsunami di Aceh, Palu dan yang terakhir Banten. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pergeseran lempeng bumi.

Selain itu, karena dilewati oleh 2 jalur pegunungan dunia, Indonesia kaya akan gunung berapi yang setiap saat bisa meletus kapan saja. Namun dibalik semua itu, menjadikan wilayah Indonesia adalah wilayah yang makmur dengan keanekaragam hayati.

Wilayah indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, menjadikan Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang luas. Baik daratan maupun lautan, semuanya cukup luas. Wilayah Indonesia membentang dari Sabang hingga Marauke. Ada yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Nah berikut ini adalah batas wilayah Indonesia secara geografis. Batas wilayah ini secara umum dibagi menjadi 2, yakni batas daratan dan batas laut. Batas daratan merupakan perbatasan yang secara langsung berbatasan dengan wilayah daratan negara lain. Sementara batas laut adalah batas lautan yang menjadi milik Indonesia sebelum batas laut bebas yang bisa diakses oleh negara lain.

1. Batas Wilayah Indonesia Bagian timur
Sebelum Anda membahas batas wilayah Indonesia secara astronomis, terlebih dahulu membahas batas wilayah indonesia secara geografis. Tepatnya batas wilayah Indonesia bagian Timur. Batas wilayah Indonesia bagian Timur ini terdiri dari batas daratan dan lautan. Batas daratan berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Negara ini berada di satu pulau yang sama, yakni pulau Papua.

Sementara batas lautan indonesia bagian timur adalah berbatasan dengan Samudera Pasifik. Samudera ini termasuk ke dalam wilayah perairan lepas. Artinya adalah siapa saja bisa mengakses wilayah perairan ini.

2. Batas Wilayah Indonesia Bagian Barat
Batas wilayah Indonesia bagian Barat merupakan berbatasan dengan wilayah lautan saja dan tidak memiliki batas daratan dengan negara lain. Batas laut Indonesia berbatasan langsung dengan perairan Samudera Hindia dan juga perairan Laut India.

3. Batas Wilayah Indonesia Bagian Utara
Batas wilayah Indonesia bagian utara terdiri atas batas laut dan batas darat yang berbatasan langsung dengan negara lain. Batas laut bagian utara wilayah Indonesia adalah sejumlah perairan Negara Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Singapura. Sementara batas daratan wilayah utara Indonesia adalah Negara Malaysia yang berada di Pulau Borneo atau Kalimantan.

4. Batas Wilayah Indonesia Bagian Selatan
Batas wilayah darat Indonesia bagian selatan adalah berbatasan langsung dengan negara Timor Leste yang dahulunya merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Sementara batas laut bagian selatan Indonesia adalah Samudera Hindia dan perairan Negara Australia.

Demikian penjelasan mengenai batas wilayah Indonesia secara astronomis maupun secara geografis. Masing-masing memiliki pengaruh terhadap Indonesia baik secara geografis maupun astronomi.
Read More
Pengertian Fungsi Persediaan dan Jenis-Jenis Persediaan

Pengertian Fungsi Persediaan dan Jenis-Jenis Persediaan

Pengertian Fungsi Persediaan Bahan Baku dan Jenis-Jenis Persediaan - Pendendalian persediaan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting karena persediaan fisik banyak melibatkan investasi rupiah terbesar. Manurut Handoko (2000), bila perusahaan menanamkan terlalu banyak dananya dalam persediaan, menyebabkan biaya penyimpanan yang berlebihan dan mungkin mempunyai "Opportunity Cost" (dana dapat ditanamkan dalam investasi yang lebih menguntungkan). Sebaliknya, bila perusahaan tidak mempunyai persediaan yang cukup dapat mengakibatkan biaya-biaya karena kekurangan bahan.


Istulah persediaan (Inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan sehala sesuatu atau sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasi pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumber daya internal ataupun eksternal ini meliputi persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir, bahan-bahan pembantu atau pelengkap dan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan.

Fungsi-Fungsi Persediaan Menurut (Handoko, 2002)


1. Fungsi Decoupling
Fungsi persediaan ini merupakan operasi-operasi secara internal dan eksternal sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari langganan. Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang tidak dapat diperkirakan atau diramalkan disebut Fluctuation Stock.

Baca: Pengertian Proses Produksi dan Jenis-Jenis Proses Produksi

2. Fungsi Economis Lot Sizing
Persediaan berfungsi untuk mengurangi biaya-biaya per-unit saat produksi dan membeli sumber daya-sumber daya. Persediaan ini perlu dipertimbangkan penghematan-penghematan (potongan pembelian, biaya pengangkutan lebih murah dan sebagainya) karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gedung, investasi, dan resiko kerusakan).

3. Fungsi Antisipasi
Persediaan berfungsi sebagai pengaman bagi perusahaan yang sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang. Persediaan ini penting agar kelancaran proses produksi tidak terganggu. Persediaan ada berbagai jenis, setiap jenisnya mempunyai karakteristik khusus dan cara pengelolaannya juga berbeda. Menurut jenisnya, persediaan dapat dibedakan atas
  1. Persediaan bahan mentah (raw materialis), yaitu persediaan barang-barang berwjud mentah. Persediaan ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau dibeli dari para Supplier atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi selanjutnya.
  2. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased paris), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi produk.
  3. Persediaan barang dalam proses (work in proses), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.
  4. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.
  5. Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam bentuk produk dan siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan.
Nah, itulah pengertian mengenai fungsi persediaan bahan baku beserta fungsi persediaan beserta jenisnya menurut Handoko, 2002. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai kewirausahaan dan semoga bermanfaat.

Read More