5 Upaya Mencapai Kebangkitan Islam Modern

5 Upaya Mencapai Kebangkitan Islam Modern

Upaya-upaya mencapai kebangkitan Islam - Kemunduran Islam ini sangat meresahkan di kalangan umat Islam sehingga banyak negara Islam yang melakukan perbaikan-perbaikan. Perbaikan yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kemunduran Islam saat ini. Beberapa upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan Persatuan dan Kkesatuan Umat

Berbagai konflik dan perpecahan di kalangan intern umat  Islam sangat menghambat kemajuan Islam di masa modern ini. Oleh karena itu, salah satu upaya yang paling penting adalah meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam. Dengan adanya rasa persatuan dan kesatuan, maka umat Islam akan lebih berkosentrasi dalam memajukan peradaban Islam di masa modern saat ini.

2. Gerakan Pembaruan Akidah dan Tajdid

Merebaknya bidah, takhayul, dan khurafat di kalangan umat Islam menandai ajaran Islam yang menyimpang dari Alquran dan Hadist. Oleh karena itu diperlukan sebuah gerakan dalam pembaruan akidah Islam. Semua ajaran Islam harus dikembalikan pada ajaran yang benar yaitu berdasarkan Alquran dan Hadist.

3. Mendirikan Sekolah-Sekolah Islam

Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling utama dalam sebuah peradaban. Untuk kembali memajukan peradaban Islam dilakukan dengan mendirikan sekolah-sekolah Islam. Melalui sekolah Islam ini, dapat dilakukan berbagai upaya untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat dilakukan untuk membentuk generasi Islam yang baik.

4. Modernisasi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan tidak hanya ilmu agama saja, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Oleh karena itu, Islam mengajak umatnya menuntut ilmu pengetahuan agama ataupun umum untuk memajukan peradaban Islam sendiri.

5. Meningkatkan Kerja Sama Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan ilmu pengetahuan karena dengan ekonomi yang kuat akan lebih mudah mendirikan sekolah-sekolah untuk memajukan ilmu pengatahuan dan peradaban. Kerja sama ekonomi sudah dilakukan oleh negara-negara Islam, seperti Arab Saudi, Iran, dan negara Islam lainnya.

Read More
Perkembangan Islam di Bidang Kebudayaan dan Kesenian

Perkembangan Islam di Bidang Kebudayaan dan Kesenian

Perkembangan Kebudayaan dan Kesenian - Perkembangan Islam di dunia kebudayaan dan kesenian di masa modern adalah indikasi bahwa kemajuan Islam menyeluruh di berbagai bidang. Hal tersebut dapat kita saksikan di negara-negara Islam atau negara yang berpenduduk masyoritas Islam, seperti Pakistan, Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan negara Asia lain.

1. Arsitektur

Perkembangan Islam di bidang arsitektur terbagi menjadi dua bagian, yaitu arsitektur keagamaan dan arsitektur umum. Arsitektur keagamaan seperti masjid, madrasah, dan makam. Sedangkan arsitektur umum ada yang berwujud benteng, pasar, istana, kerajaan, dan fasilitas umum lainnya. Arab Saudi yang sebelumnya merupakan negara yang pas-pasan menjadi negara yang kaya raya, terutama setelah ditemukannya sumber minyak di negara tersebut.

Kekayaan yang berlimpah membuat Arab Saudi menjelma menjadi negara yang mempunyai infrastruktur kelas satu, seperti rel-rel kereta api, hotel berbintang, jalan raya yang bagus, dan maskapai penerbangan. Di antara bebagai arsitektur tersebut yang paling terkenal adalah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kedua masjid tersebut merupakan bangunan yang memiliki arsitektur yang megah dan indah.


Selain di Arab Saudi, kemajuan Islam di bidang arsitektur juga terdapat di negara Islam, seperti Turki. Turki merupakan negara yang memiliki jumlah masjid yang cukup banyak dan juga terdapat sekolah-sekolah yang berarsitektur tinggi. Sementara di Iran, perkembangan arsitektur juga mengalami kemajuan cukup pesat terutama di Kota Teheran yang tidak lain adalah ibu kota negara tersebut. Di Iran terdapat bangunan peninggalan dinasti Qatar, di antaranya Istana Niavarand dan makam Behesyti Zahra.

Sebenarnya masih banyak negara Islam yang mengalami kemajuan di bidang arsitektur selain yang sudah dijelaskan di atas. Dengan demikian, Islam tidak lagi tertinggal jauh dari kemajuan Ilmu pengetahuan dan arsitektur barat.

2. Sastra

Di antara para sastrawan Islam yang hidup pada masa modern adalah sebagai beirkut.
  1. Muhammad Iqbal
  2. Mustafa Lutfi al-Manfaluti
  3. Dr. Muhammad Husain Haekal
  4. Jamil Sidqi az-Zahawi
  5. Abdus Salam al-Ujaili
  6. Aisyah Abdurrahman
  7. Fatwa Tawqan
  8. Nazek al-Malaikah
  9. Layla Ba'albaki

3. Kaligrafi

Kaligrafi adalah tulisan indah yang mempunyai nilai estetika yang tinggi. Kaligrafi adalah kesenian di bidang penulisan. Kaligrafi adalah kesenian Islam yang tidak dimiliki oleh agama lain.

Read More
Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan

Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan

Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan - Kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan juga terjadi ketika pada masa modern yang ditandai dengan munculnya negara-negara, seperti Mesir, India, dan Turki sebagai pusat peradaban.

1. Ilmu Pengatahuan di Turki

Turki menjadi salah satu negara dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang cukup pesat. Terutama ketika pemerintahan Sultan Muhammad II (1785-1839 M). Di antara usaha-usaha memajukan ilmu pengatahuan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Memasukkan kurikulum pengetahuan kedalam lembaga-lembaga pendidikan Islam sebagai salah satu upaya modernisasi di bidang pendidikan dan pengajaran.
  • Membangun sekolah dan lembaga pendidikan, seperti Maktebi Ma'arif yang merupakan sekolah administrasi dan Maktebi Ulumi Edebiyet sebagai sekolah penerjemahan.
  • Memajukan ilmu kedokteran, militer, dan teknologi dengan mendirikan sekolah-sekolah.

Pada tanggal 1 November 1923, Turki mengubah sistem pemerintahan kesultanan menjadi negara republik. Presiden pertamanya adalah Mustafa Kemal at Taturk yang disebut juga sebagai pendiri Turki Modern. Dalam masa pemerintahan ini kemajuan ilmu pengetahuan terus meningkat karena dukungan pemerintah yang total.

2. Ilmu Pengetahuan di India

Selama India di bawah penjajahan Inggris, sebenarnya telah ada pemikir-pemikir yang menginginkan adanya upaya untuk memajukan Ilmu pengatahuan dan teknologi agar terlepas dari penjajahan barat. Para pemikir tersebut di antaranya Syah Waliyullah (1703-1762 M), Sayid Ahmad Khan (1817-1898 M), Sayid AMir Ali (1849-1928 M), Muhammad Iqbal (1873-1938 M), Muhammad Ali Jinnah (1876-1948 M), dan Abdul Azad (1888-1956 M).

Pada tahun 1947, India dan Pakistan meraih kemerdekaan dari Inggris. Setelah kemerdekaan tersebut umat Islam di India terpecah menjadi dua negara, yaitu Pakistan dan India. Meskipun terpisah dalam dua negara, tetapi umat Islam kedua negara tersebut tetap melanjutkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan agar mencapai kehidupan yang maju.

3. Ilmu pengetahuan di Mesir

Ekspansi Napoleon Bonaparte ke Mesir pada tahun 1798 membuat umat Islam di Mesir mulai menyadari bahwa umat Islam sangat jauh tertinggal dari Barat dalam hal keilmuan dan pengetahuan. Para penguasa dan cendekiawan muslim kemudian memelopori gerakan modernisasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai upaya yang masksimal.

Melihat keadaan tersebut, penguasa Mesir saat itu Muhammad Ali Pasya segera bertindak dengan mengirimkan mahasiswa-mahasiswa pilihan ke Prancis untuk mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil studi ke Prancis tersebut, kemudian diterapkan di Universitas Al-Azhar di Mesir dan berbagai perguruan tinggi lainny.

Di Universitas Al-Azhar, mahasiswa yang belajar tidak hanya berasal dari Mesir saja, tetapi juga dari berbagai negara Islam, seperti Libia, Irak, dan negara Islam lainnya. Dengan demikian, ilmu-ilmu yang diajarkan terssebut menyebar dengan cepat ke berbagai negara Islam lain. Universitas-universitas lain di Mesir juga mendirikan beberapa fakultas ilmu umum lain, seperti fakultas hukum, sastra, kedokteran, pertanian, ekonomi, dan masih banyak lagi.

Selain Universitas Al-Azhar, di Mesir telah didirikan universitas-universitas, seperti Universitas Iskandariyah, Universitas Ainusyams, Universitas Hilwan, Universitas Assiut, Universitas Suez dan Universitas American University in Cairo (AUC) yang di dalamnya terdapat berbagai fekultas seperti kedokteran, farmasi, teknik pertanian, perdagangan, hukum, dan sastra.

Read More
Cara Menyusun Teks Khutbah Jumat dan Dakwah

Cara Menyusun Teks Khutbah Jumat dan Dakwah

Cara menyusun teks khotbah jumat - Tidak seperi di jaman dulu, saat ini melakukan sesuatu bisa dilakukan dengan tidak secara langsung, salah satunya adalah Khutbah atau dakwah. Karena sekarang sudah banyak acara keagamaan di televisi khususnya khutbah dan dakwah. Dan hal ini bertujuan agar semua orang bisa menyaksikan acara dakwah walaupun tidak secara langsung agar memahami dan mendalami agama Islam.

Kata khutbah sendiri berasal dari bahasa Arab "khotbah" dari kata dasar masdar yang artinya pidato atau ceramah. Sampai saat ini, makna yang melekat dari kata khutbah itu adalah pidato yang berisi tentang keagamaan. Oleh karena itu, kegiatan khutbah itu sering hanya ditujukan kepada mereka yang sedang membacakan pidato keagamaan pada hari Jumat, atau Idulfitri dan Iduladha. Padahal, pidato yang di luar kegiatan agama atau yang berisikan tantang agama pun dapat dikatakan sebagai kegiatan khutbah karena kata khutbah mengandung arti pidato atau ceramah.
Sebelum khatib atau dai melakukan khutbah pastinya terlebih dahulu menyusun apa yang namanya teks khutbah atau dakwah. Karena dengan menyusun teks khutbah akan membuat pidato atau khutbah lebih terorganisir dengan lebih baik. Berikut bagaimana cara mentusun teks khutbah jumat dan juga dakwah.

Cara Menyusun Teks Khutbah Jumat dan Dakwah

Ada lima tahap atau langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun teks khutbah atau dakwah, yaitu sebagai berikut.

1. Menentukan Tujuan

Setiap khutbah atau dakwah harus memiliki tujuan yang ingin disampaikan. Dengan tujuan tersebut, kemudian seorang khatib atau dai akan menyampaikan pesannya secara terarah dan elebih efektif.

2. Menentukan Topik

Penentuan topik ini, mulai dari skala umum, kemudian sampai pada topik khusus yang akan dikembangkan dalam teks khutbah.

Dalam menyusun topik ini harus diperhatikan aspek-aspek berikut.
  • Kelompok pendengar (mustamik atau audiensi). Khutbah atau dakwah di depan anak remaja topik pembahasannya berbeda dengan mustamik yang berasal dari kelompok dewasa.
  • Kepentingan dan kemampuan. Seseorang yang akan menyampaikan khutbah jangan memaksakan diri untuk menyampaikan materi yang tidak dikuasanya. Perhatikan kemampuan dan kepentingan kita dalam menyampaikan masalah kepada umat.
  • Timing. Khutbah atau dakwah yang baik yaitu sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan umat saat itu. Karena lamanya waktu, keaktualan bahasan merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan.

3. Menentukan Outline.

Setelah topik ditemukan, kemudian membuat garus besar yang akan disampaikan kepada jamaah.

4. Memilih Kata

Setiap kata yang digunakan harus jelas dan tidak boleh menimbulkan arti ganda yang dapat menyebabkan salah pengertian para pendengar. Oleh karena itu, perlu diperhatikan masalah sebagai berikut.
  • Gunakan istilah umum.
  • Gunakan kata-kata yang sederhana.
  • Berhemat dalam penggunaan kata-kata.
  • Hati-hati dalam menggunakan istilah serapan.
  • Hindari istilah vulgar atau yang tidak sopan.
  • Jangan menggunakan kata penjulukan (nama calling)
  • Jangan menggunakan eufemisme (ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar) yang berlebihan.

5. Merumuskan Pembukaan

Banyak orang yang sering mengatakan bahwa hal yang paling sulit itu adalah membuat kalimat pembuka. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menyusun kalimat pembuka dalam khutbah atau dakwah.
  • Dalam agam Islam, pembukaan khutbah atau dakwah harus diawali dengan basmalah, syahadat, selawat, dan ajakan untuk meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.
  • Setelah membaca hal-hal tersebut, pembukaan khutbah dapat dilakukan dengan cara merujuk pada tempat dilaksanakan kegiatan.
  • Merujuk pada pekerjaan, tugas, atau profesi ketika berbicara.
  • Bila kita berdakwah dalam acara tertentu, maka membuka dakwah dapat dilakukan dengan cara merujuk pada tema secara langsung.
  • Mengawali khutbah dengan sebuah kisah, baik dari riwayat nabi, sahabat maupun pengalaman dirinya sendiri.
  • Menggunakan yel, pekik atau sapaan yang familiar di masyarakat Indonesia, misalnya saja kalimat "Allahu Akbar".

6. Menyampaikan Kesimpulan dan Saran

Khutbah atau dakwah bertujuan untuk memperbaiki keadaan. Oleh karena itu, khutbah yang baik tidak mencela atau memaki-maki, tetapi mengemukakan mengenai cara atau pemecahan masalah terhadap kalimat atau materi yang sudah dibahasnya.

Dalam menutup sambutan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut.
  1. Menutup dengan doa. Model ini merupakan bentuk baku yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
  2. Pada zaman perjuangan, para elite politik Indonesia dalam mengakhiri sambutannya sering menggunakan yel-yel atau pekik kemerdekaan yang dapat menumbuhkan semangat juang, misalnya dengan kalimat, "merdeka!!! Terima kasih, wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh".
  3. Menutup dakwah dengan hadis atau ayat Alquran yang dapat dijadikan bahan tafakur.

Nah itulah penjelasan bagaimana cara menyusun teks khtbah jumat dan juga dakwah, demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai khotbah dan semoga bermanfaat untuk Anda.

Read More
Pengertian Ziarah Kubur Menurut Islam (Hikmah dan Adab)

Pengertian Ziarah Kubur Menurut Islam (Hikmah dan Adab)

Ziarah Kubur Menurut Agama Islam - Ziarah kubur adalah datang ke makam keluarga atau bukan keluarga dengan maksud untuk mendoakan agar diterima amalnya dan dosanya oleh Allah Swt. Ziarah kubur merupakan sunah bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan adalah makruh. Alasannya dikhawatirkan perempuan akan menambah perasaan sedih.

Baca juga:

1. Adab (Etika) Berziarah Kubur

Ada beberapa etika atau adab dalam berziarah kubur, yaitu sebagai berikut.
  • Peziarah hendaknya mengucapkan salam kepada ahli kubur ketika memasuki area makam. Tetap harus mengucapkan salam, karena kuburan sebagai tempat pemakaman jenazah manusia harus tetap dihormati dan dimuliakan secara wajar. Hal tersebut memiliki arti bahwa kuburan merupakan tempat kita mengingat akhirat dan tidak boleh disia-siakan, tetapi juga tidak boleh dipua-puja.
  • Membaca doa-doa, istigfar, tahlil, surah Yasin, dan sebagainya. Dengan harapan mereka mendapat pengampunan dari Allah Swt.
  • Pada saat berziarah kubur, bersikap sopan dan berhati-hati, jangan duduk di atas kuburan atau bergurau, bermain-main atau yang tidak sesuai dengan suasana ziarah kubur.
  • Ziarah kubur orang tuanya atau orang lain tidak untuk meminta sesuatu, tetapi mendoakan kepada ahli kubur agar mendapat pengampunan dari Allah Swt.
  • Tidak boleh mencium atau menyapu dengan tangan untuk minta berkah, karena hal itu menjurus ke arah kemusyrikan.

2. Hikmah Ziarah Kubur

Hikmah ziarah di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat (kematian), maka akan menambah tebalnya iman kepada Allah Swt. dan memperbanyak amal saleh.
  • Kita dapat melakukan kontak batin dengan arwah almarhumah, sekalipun dengan alam yang berbeda melalui doa.
  • Ziarah kubur adalah perbuatan ibadah karena sunah Rasulullah saw. Dengan melihat nisan sebagai saksi bisu akan tumbuh rasa takut kepada Allah Swt.
Pada awalnya ziarah kubur dilarang oleh Rasulullah saw. karena dikhawatirkan menimbulkan syirik (meminta kepada leluhurnya), akan tetapi setelah Rasulullah saw. menilai bahwa tingkat keimanan umat sudah kuat, maka Rasulullah saw. pun memerintahkan untuk berziarah kubur. Selain itu, berziarah kubur banyak lagi hikmah yang dapat digali.

Read More
Tips dan Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ, SQ, dan EQ

Tips dan Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ, SQ, dan EQ

Tips meningkatkan IQ, SQ, dan EQ - Bagi sebagian orang mungkin menganggap bahwa kepintaran adalah mempunyai Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Hal tersebut bisa benar dan juga bisa salah, karena IQ sendiri masih dipengaruhi oleh Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Quotient (EQ). Lalu apa pengertian IQ, SQ, dan EQ.

Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan Intelektual adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah Informasi menjadi fakta.

Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan Spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan. Sehingga seorang akan memiliki fleksibiltas dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Baca: Pengertian IQ, SQ, dan EQ Beserta Keterkaitannya


IQ sendiri sebagian besar dipengaruhi dari lahir, tapi untuk meningkatkan IQ, SQ, dan EQ masih bisa untuk dilakukan. Lalu bagaimana cara atau tips meningkatkan IQ, SQ, dan EQ, berikut tipsnya.

Tips Meningkatkan IQ

  • Makan secara teratur, serta makan makanan yang banyak mengandung nutrisi untuk kesehatan otak.
  • Istirahat yang cukup.
  • Motivasi diri untuk selalu optimis dan hilangkan rasa malas.
  • Selalu berpikir positif.
  • Kembangkan keterampilan otak dengan kegiatan puzzle, tebak kata, teka-teki silang, dan lain-lain.
  • Batasi waktu yang tidka berguna, misalnya bermain secara berlebih.

Tips Meningkatkan SQ

  • Seringlah melakukan mawas diri dan perenungan mengena diri sendiri, kaitan hubungan dengan orang lain, serta peristiwa yang dihadapi.
  • Kenali tujuan, tanggung jawab, dan kewajiban hidup kita.
  • Tumbuhkan kepedulian, kasih sayang, dan kedamaian.
  • Ambil hikmah dari segala perubahan di dalam kehidupan sebagai jalan untuk meningkatkan mutu kehidupan.
  • Kembangkan tim kerja dan kemitraan yang saling asah-asih-asuh.
  • Belajar mempunyai rasa rendah hati di hadapan tuhan dan sesama manusia.

Tips Meningkatkan EQ

  • Pahami dan rasakan perasaan diri sendiri.
  • Selalu mendidik diri agar dapat bertahan dalam situasi sulit.
  • Hadapi dunia luar tanpa rasa takut.
  • Berusaha untuk memecahkan masalah sendiri.
  • Tumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk bangkit dar kegagalan.
  • Tanamkan rasa hormat pada orang lain, kerja sama, dan semangat kerja tim.
  • Jangan menilai atau menubah perasaan terlalu cepat.
  • Hubungkan perasaan dengan pikiran.

Nah, itulah bagaimana atau tips meningkatkan IQ, SQ, dan EQ yang dapat Anda terapkan, demikian artikel informasi mengenai cara meningkarkan IQ, SQ, dan EQ, dan semoga bermanfaat.

Read More
Pengertian IQ, SQ, dan EQ Beserta Keterkaitannya

Pengertian IQ, SQ, dan EQ Beserta Keterkaitannya

Penjelasan Singkat Mengenai IQ, SQ, dan EQ - Mungkin banyak orang terutama bagi orang tua ingin mempunyai anak yang pintar dan juga cerdas. Kedua kata tersebut "Pintar dan Cerdas" pastinya tidak lepas dari apa yang namanya IQ atau Intelligence Quotient. Menang IQ menjadi tolak ukur bagi kepintaran seseorang, tapi hal tersebut bisa benar dan juga bisa salah. Karena IQ juga masih dipengaruhi oleh apa yang namanya Spiritual Quotient (SQ), dan juga Emotiona Quotient (EQ). Lalu apa itu IQ, SQ, dan EQ beserta keterkaitannya, berikut penjelasan singkatnya.

Pengertian IQ, SQ, dan EQ

Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan Intelektual adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah Informasi menjadi fakta.


Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan Spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan. Sehingga seorang akan memiliki fleksibiltas dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Keterkaitan IQ, SQ, dan EQ

Seseorang yang mempunyai kebermaknaan (SQ) yang tinggi mampu menyadarlan jiwa sepenuhnya berdasarkan makna yang diperoleh sehingga ketenangan hati akan muncul. Jika hati telah tenang (EQ) akan memberikan sinyal untuk menurunkan kerja simpatis menjadi parasimpatis.

Jika seseorang sudah tenang karena aliran darah sudah teratur, maka seseorang akan dapat berpikir secara optimal (IQ) sehingga lebih tepat mengambil keputusan. Manajemen diri untuk mengolah hati tidak cukup dengan IQ dan EQ saja, tetapi SQ juga sangat berperan dalam diri manusia sebagai pembimbing kecerdasan lain.

Orang sukses tidak hanya cukup dengan kecerdasan intelektual tetapi juga perlu kecerdasan emosional gar merasa gembira, dapat bekerja dengan orang lain, punya motivasi kerja, dan bertanggungjawab. Selain itu kecerdasan spiritual juga diperlukan agar merasa bertakwa, berbakti, dan mengabdi secara tulus, luhurm dan tanpa pamrih.

Read More