Tips dan Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ, SQ, dan EQ

Tips dan Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ, SQ, dan EQ

Tips meningkatkan IQ, SQ, dan EQ - Bagi sebagian orang mungkin menganggap bahwa kepintaran adalah mempunyai Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Hal tersebut bisa benar dan juga bisa salah, karena IQ sendiri masih dipengaruhi oleh Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Quotient (EQ). Lalu apa pengertian IQ, SQ, dan EQ.

Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan Intelektual adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah Informasi menjadi fakta.

Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan Spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan. Sehingga seorang akan memiliki fleksibiltas dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Baca: Pengertian IQ, SQ, dan EQ Beserta Keterkaitannya


IQ sendiri sebagian besar dipengaruhi dari lahir, tapi untuk meningkatkan IQ, SQ, dan EQ masih bisa untuk dilakukan. Lalu bagaimana cara atau tips meningkatkan IQ, SQ, dan EQ, berikut tipsnya.

Tips Meningkatkan IQ

  • Makan secara teratur, serta makan makanan yang banyak mengandung nutrisi untuk kesehatan otak.
  • Istirahat yang cukup.
  • Motivasi diri untuk selalu optimis dan hilangkan rasa malas.
  • Selalu berpikir positif.
  • Kembangkan keterampilan otak dengan kegiatan puzzle, tebak kata, teka-teki silang, dan lain-lain.
  • Batasi waktu yang tidka berguna, misalnya bermain secara berlebih.

Tips Meningkatkan SQ

  • Seringlah melakukan mawas diri dan perenungan mengena diri sendiri, kaitan hubungan dengan orang lain, serta peristiwa yang dihadapi.
  • Kenali tujuan, tanggung jawab, dan kewajiban hidup kita.
  • Tumbuhkan kepedulian, kasih sayang, dan kedamaian.
  • Ambil hikmah dari segala perubahan di dalam kehidupan sebagai jalan untuk meningkatkan mutu kehidupan.
  • Kembangkan tim kerja dan kemitraan yang saling asah-asih-asuh.
  • Belajar mempunyai rasa rendah hati di hadapan tuhan dan sesama manusia.

Tips Meningkatkan EQ

  • Pahami dan rasakan perasaan diri sendiri.
  • Selalu mendidik diri agar dapat bertahan dalam situasi sulit.
  • Hadapi dunia luar tanpa rasa takut.
  • Berusaha untuk memecahkan masalah sendiri.
  • Tumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk bangkit dar kegagalan.
  • Tanamkan rasa hormat pada orang lain, kerja sama, dan semangat kerja tim.
  • Jangan menilai atau menubah perasaan terlalu cepat.
  • Hubungkan perasaan dengan pikiran.

Nah, itulah bagaimana atau tips meningkatkan IQ, SQ, dan EQ yang dapat Anda terapkan, demikian artikel informasi mengenai cara meningkarkan IQ, SQ, dan EQ, dan semoga bermanfaat.

Read More
Pengertian IQ, SQ, dan EQ Beserta Keterkaitannya

Pengertian IQ, SQ, dan EQ Beserta Keterkaitannya

Penjelasan Singkat Mengenai IQ, SQ, dan EQ - Mungkin banyak orang terutama bagi orang tua ingin mempunyai anak yang pintar dan juga cerdas. Kedua kata tersebut "Pintar dan Cerdas" pastinya tidak lepas dari apa yang namanya IQ atau Intelligence Quotient. Menang IQ menjadi tolak ukur bagi kepintaran seseorang, tapi hal tersebut bisa benar dan juga bisa salah. Karena IQ juga masih dipengaruhi oleh apa yang namanya Spiritual Quotient (SQ), dan juga Emotiona Quotient (EQ). Lalu apa itu IQ, SQ, dan EQ beserta keterkaitannya, berikut penjelasan singkatnya.

Pengertian IQ, SQ, dan EQ

Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan Intelektual adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah Informasi menjadi fakta.


Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan Spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan. Sehingga seorang akan memiliki fleksibiltas dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Keterkaitan IQ, SQ, dan EQ

Seseorang yang mempunyai kebermaknaan (SQ) yang tinggi mampu menyadarlan jiwa sepenuhnya berdasarkan makna yang diperoleh sehingga ketenangan hati akan muncul. Jika hati telah tenang (EQ) akan memberikan sinyal untuk menurunkan kerja simpatis menjadi parasimpatis.

Jika seseorang sudah tenang karena aliran darah sudah teratur, maka seseorang akan dapat berpikir secara optimal (IQ) sehingga lebih tepat mengambil keputusan. Manajemen diri untuk mengolah hati tidak cukup dengan IQ dan EQ saja, tetapi SQ juga sangat berperan dalam diri manusia sebagai pembimbing kecerdasan lain.

Orang sukses tidak hanya cukup dengan kecerdasan intelektual tetapi juga perlu kecerdasan emosional gar merasa gembira, dapat bekerja dengan orang lain, punya motivasi kerja, dan bertanggungjawab. Selain itu kecerdasan spiritual juga diperlukan agar merasa bertakwa, berbakti, dan mengabdi secara tulus, luhurm dan tanpa pamrih.

Read More
Contoh Pengelolaan Wakaf Yang Baik Menurut Agama Islam

Contoh Pengelolaan Wakaf Yang Baik Menurut Agama Islam

Contoh Pengelolaan Wakaf - Wakaf menurut bahasa berarti menahan, sedangkan menurut istilah wakaf adalah menahan sesuatu benda yang memiliki kekal zatnya untuk diambil manfaat dan kebaikannya. Menahan suatu benda yang kekal zatnya berarti benda tersebut tidak untuk dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja

Seorang yang hendak mewakafkan sebagian hartanya, hendaknya dapat mendaftarkan diri ke pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW) sambil membawa sertifikat tanah yang hendak diwakafkan. Pejabat yang dimaksud yang paling rendah adalah kepala kantor urusan agama (KUA) kecamatan. Benda yang diwakafkan harus yang kekal sifat dan zatnya, serta memberi manfaat dalam kurun waktu yang lama.

Baca: Wakaf (Pengertian, Hukum, Syarat, dan Rukun)

Jika benda tersebut telah diwakafkan, maka hendaknya pihak nazir (yang menerima benda wakaf) dapat mengelolanya dengan baik agar benda wakaf tersebut selamanya bermanfaat untuk kepentingan umum. Misalnya jika benda wakaf berupa sawah, meka hendaknya ditanami padi dengan baik, jika berupa tanah dan bangunan juga hendaknya difungsikan sesuai dengan tujuan wakaf, sehingga tidak ada benda wakaf yang tidak mendatangkan manfaat.


Kita juga boleh mewakafkan bagunan masjid, asrama panti anak yaitim piatu, madrasah, pesantren, dan sebagainya. Bahkan untuk saat ini, para ulama membolehkan wakaf tunai. Artinya, benda yang diwakafkan tidak harus tanah atau berupa benda kekal lainnya, melainkan berupa uang tunai atau jasa, yang penting sesuatu yang diwakafkan itu mendatangkan manfaat yang lama bagi kepentingan masyarakat luas.

Hak dan Kewajiban Bagi Penerima Wakaf

Orang yang menerima benda wakaf harus mampu mengelola wakaf dengan baik. Mereka itu disebut para nadzir. Mereka mempunyai hak dan kewajiban, yaitu sebagai berikut.
  1. Mengurus dan mengawasi kekayaan wakaf serta hasilnya.
  2. Membuka laporan secara berkala terhadap semua hal yang menyangkut kekayaan wakaf.
  3. Berhak mendapatkan penghasilan atau fasilitas dari kekayaan wakaf tersebut.
Nah, itulah sedikit informasi mengenai contoh pengelolaan wakaf yang benar menurut agama Islam, beserta hak dan kewajiban bagi nadzir atau penerima wakaf. Demikian artikel informasi yang daat saya bagikan dan semoga bermanfaat. Baca: Perundang-Undangan Mengenai Wakaf di Indonesia

Read More
Adab Berpakaian Menurut Islam (Laki-Laki dan Perempuan)

Adab Berpakaian Menurut Islam (Laki-Laki dan Perempuan)

Tata cara berpakaian secara Islami- Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat tinggal. Selain berfungsi sebagai penutup tubuh, pakaian juga bisa menjadi lambang status seseorang dalam masyarakat. Sebab berpakaian merupakan perwujudan dari sifat dasar manusia yang mempunyai rasa malu sehingga berusaha selalu menutupi tubuhnya.

Sedangkan berpakaian adalah mengenakan pakaian guna menutupi aurat tubuh dan sekaligus sebagai perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang, baik wanita atau laki-2laki. Berpakaian merupakan salah satu wujud dari tata krama yang sangat dianjurkan oleh Islam.


Kewajiban berpakaian dalam Islam termasuk ibadah ghairu mahdhah. Hal ini dapat kita lihat dalam firman Allah Swt. sebagai berikut.


يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Q.S Al- A'raf Ayat: 26)

Baca: Fungsi Pakaian Dalam Islam Lengkap Dengan Penjelasan

Adab Berpakaian Menurut Islam Baik Laki-Laki Maupun Perempuan

Berikut adalah adab berpakaian dalam pandangan Islam.
  1. Pakaian harus menutup aurat, terutama bagi wanita.
  2. Memakai pakaian yang bersih dan rapi.
  3. Disunahkan memakai pakaian bewarna putih.
  4. Mendahulukan anggota badan kanan dan kemudian yang kiri.
  5. Tidak menyerupai pakaian wanita bagi laki-laki dan pakaian laki-laki bagi wanita.
  6. Tidak berlebihan atau sengaja melebihkan lebar kainnya.
  7. Tidak terlalu ketat atau transparan.
  8. Bagi laki-laki muslim tidak boleh memakai emas dan sutra.
  9. Berdoa terlebih dahulu sebelum memakai pakaian.

Menerapkan Adab pakaian secara Islami dalam kehidupan Sehari-hari

Untuk dapat mempratikkan adab berpakaian secara Islami, hendaknya seorang muslim memperhatikan beberapa hal berikut.
  1. Tanamkan keimanan yang kuat dalam hati agar niat yang baik tidak tergoyahkan.
  2. Berkeyakinan bahwa menutup aurat bagi seorang muslim dan muslimah adalah wajib hukumnya, sehingga akan berdosa apabila meninggalkannya.
  3. Tidak bepergian tanpa arah tujuan yang jelas.
  4. Memberi tahu lebih dahulu kepada keluarga sebelum bepergian.
Nah itulah seidkit penjelasan mengenai adab berpakaian menurut agama Islam beserta hal yang harus diperhatikan oleh seorang muslim dalam adab berpakaian secara Islami. Demikian informasi yang dapat freedomsiana bagikan dan semoga bermanfaat.

Read More
7 Keutamaan Menuntut Ilmu Dalam Agama Islam

7 Keutamaan Menuntut Ilmu Dalam Agama Islam

Keutamaan menuntut ilmu - Ilmu pengetahuan adalah sebaik-baiknya sesuatu yang disukai, sepenting-penting sesuatu yang dicari dan merupakan suatu yang paling bermanfaat daripada selainnya. Kemuliaan akan didapat bagi pemiliknya dan keutamaan yang akan diperoleh oleh orang yang mencarinya.

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak, maupun dewasa. Orang yang mencari ilmi dianggap sebagai "Fisabilillah" yaitu berjuang di jalan Allah Swt., jika mati dianggap mati syahid.


Hadits Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

Di antara keutamaan menuntut ilmu adalah seperti yang terkandung dalam hadist berikut:


عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْ لَ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى اْلجَنَّةِ وَإِنَّ اْلمَلإَكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًالِطَالِبِ اْلعِلْمِ وَإِنَّ طَالِبَ اْلعِلْمِ يَسْتَغْفِرُلَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى اْلحِيْتَانِ فِي اْلمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ اْلعِلْمِ عَلَى اْلعَاِبدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِعَلَى سَاءِرِ اْلكَوَاكِبِ إِنَّ اْلعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ إِنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرِّثُوْا  اْلعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ (رواه احمد و الترمذي وألوداودوابن ماجه)
Artinya:
“Dari Abi Darda dia berkata :”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda”: “Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat  membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu. Dan sesungguhnya orang yang mencari ilmu akan memintakan bagi mereka siapa-siapa yang ada di langit dan di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di air. Dan sesungguhnya  eutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para Nabi, sesugguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan  tetapi mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambil bagian untuk mencari ilmu, maka dia sudah mengambil bagian yang besar.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah).

Keutamaan Menuntut Ilmu Dalam Agama Islam

Dalam hadis di atas dapat disimpulkan bahwa di antara keutamaan menuntut ilmu adalah sebagai berikut.

  1. Orang yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu sama dengan menempuh perjalanan ke surga (jalan benar dan baik yang menyebabkan ia masuk surga).
  2. Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk para pencari ilmu.
  3. Seluruh penghuni langit dan bumi akan berdoa untuk meminta ampunan.
  4. Orang yang berilmu lebih utama daripada orang yang ahli ibadah.
  5. Para nabi tidaklah mewariskan harta, tetapi ilmu.
  6. Orang yang berilmu/ilmuan adalah pewaris para nabi.
  7. Orang yang mencari ilmu/berpegang pada ilmu akan mendapatkan bagian dari warisan para nabi.
Diantara perilaku orang yang termasuk perilaku menuntut ilmu yaitu: ikhlas hanya karena Allah Swt. dalam menuntut ilmu bukan karena yang lainnya, berteman dengan orang-orang yang memberi motivasi dalam menuntut ilmu, dan selalu melatih diri untuk sabar dan tekun dalam menuntut ilmu.

Read More
Adab Murid Kepada Guru Menurut Agama Islam

Adab Murid Kepada Guru Menurut Agama Islam

Adab kepada Guru - Orang tuan tidak mempunyai banyak waktu mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan dan memberikan pendidikan yang baik dan bermanfaat kepada anak-anak didiknya. Karena seorang ibu sangat sibuk mengatur rumah tangga, sedangkan seorang ayah sibuk mencari nafkah. Di sisi lain dalam lapangan pendidikan dan pengajaran diperlukan kahlian yang barang kali tidak dimiliki orang tua.

Oleh sebab itu, anak-anak dimasukkan ke sekolah agar memperoleh pelajaran dan pendidikan dari guru. Dengan perantara mereka, anak-anak dengan mudah memperoleh berbagai macam ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Setelah hormat dan menghargai kedua orang tua, setiap muslim wajib hormat dan menghargai gurunya. Karena gurulah yang telah berjasa memberikan pelajaran dan pendidikan kepada muridnya agar menjadi manusia yang berbudi luhur, cakap, serta menjadi warga negara yang berguna bagi tanah air, agama, dan bangsa. Begitu pula agar menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan negara.


Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang anak menghargai dan menghormati gurunya. Sebagaimana diperintahkan dalam sabda Nabi Muhammad saw. yang berbunyi.

(وعن انس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: وقروا من تتعلمون منه (رواه ابو حسن المردى

Artinya: "Dari Anas RA ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Muliakanlah orang-orang yang telah memberikan pelajaran kepadamu." (H.R. Abu Hasan Al-Mawardi)

Berdasarkan hadis di atas, maka amat tercela bagi orang yang tak dapat menghargai gurunya. Apalagi bersikap tidak sopan dan meremehkan. Baik guru itu masih memberikan pelajaran atau tidak. Oleh sebab itu, terhadap mantan guru, kita tidak boleh melupakan jasa-jasanya. Hal itu sering terjadi terutama jika seorang anak (murid) telah mencapai kedudukan atau pendidikan yang lebih tinggi daripada gurunya.

Berikut perilaku yang harus dilakukan oleh seorang murid terhadp gurunya.
  1. Mengucapkan salam atau rasa hormat terlebih dahulu kepada guru, jika bertemu dengan mereka.
  2. Menaati, mematuhi, melakukan perintah guru asalkan tidak bertentagan dengan ajaran agama dan undang-undang.
  3. Memperhatikan pelajaran ketika guru sedang memberikan pelajaran dan jangan terlalu banyak bertanya jika tidak diizinkan.
  4. Menunjukkan sikap yang rendah hati, selalu hormat dan sopan terhadap guru, baik dalam tutur kata maupun dalam tingkah laku sehari-hari.
  5. Tidak berjalan di depan guru, tetapi usahakan tetap berajalan di belakang guru, kecuali jika diizinkan atau pada kondisi dan situasi tertentu.
Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai adab terhadap guru, beserta hadis, dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan dan semoga bermanfaat.

Read More
Ciri-Ciri Dakwah Rasulullah saw. Periode Madinah

Ciri-Ciri Dakwah Rasulullah saw. Periode Madinah

Ciri dakwah Rasulullah saw. periode Madinah - Nabi Muhammad saw. hijarah ke Madinah dikarena ia merasa keadaan kota Mekkah pada kala itu sudah tidak aman lagi untuk berdakwah. Setelah hijrah ke Madinah, Beliau  disambut dengan ramah oleh penduduk Madinah. Strategi dakwah pertama di Madinah, Beliau membuat sebuah majid yang sekarang lebih dikenal dengan masjid Nabawi dan Beliau juga mempersaudarakan kaum Ansar dan Muhajirin. Kaum Ansar adalah penduduk asli Madinah, sedangkan kaum Muhajirin penduduk kota Mekkah yang hijrah. Berikut ciri-ciri dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah selama di Madinah.

Ciri-ciri dakwah Rasululah saw. Periode Madinah

Berikut beberapa ciri umum dari dakwah Nabi Muhammad saw. selama berada di Madinah yang dapat diidentifikasi.

1. Menjaga kesinambungan tarbiah dan tazkiyah bagi sahabat yang telah memeluk agama Islam.
Di antara program yang dilakukan adalah membacakan ayat-ayat Alquran untuk semua masyarakat, menyucikan jiwa dan mengajarkan kepada mereka Alquran dan sunah, membangun masjid, serta mempersaudarakan orang-orang muhajirin dan ansar.

2. Mendirikan daulat islamiah
Daulat adalah sarana dakwah yang paling besar dan merupakan lembaga terpenting yang secara resmi menyuarakan nilai-nilai dakwah. Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pembentukan daulat.
  • Adanya basis masa kaum muslimin yang solid.
  • Adanya negeri yang layak dan memenuhi syarat.
  • Tersedianya perangkat sistem yang jelas.

3. Adanya keseriusan untuk menerapkan hukum syariat untuk seluruh lapisan masyarakat, baik skala personal maupun jamaah. Seperti melaksanakan syair-syair Islam, menerapkan hudud, dan memutuskan perkara di antara orang yang berselisih.

4. Hidup berdampingan dengan musuh Islam yang menyatakan hidup damai dan bermuamalah dengan mereka dengan aturan yang jelas. Toleransi ini di satu sisi bertujuan untuk mempertontonkan secara langsung kepada mereka indahnya model masyarakat Islam dan di sisi lain menciptakan kestabilan hidup bernegara,

5. Menghadapi secara tegas pihak yang memilih perang serta mempersiapkan kekuatan berkesinambungan untuk menghadapi beberapa kemungkinan-kemungkinan tersebut.

6. Merealisasikan universalitas dakwah Islam dengan merambah ke seluruh kawasan dunia.
7. Melalui surat, duta, mengirim rombongan, menerima utusan yang datang, dan seterusnya.

Nah, itulah beberapa Ciri dakwah Rasululah saw. Periode Madinah yang dapat saya bagikan kepada Anda dan semoga bermanfaat.

Read More