10 Tokoh Pembaruan Islam Masa Modern di Bidang Akidah

10 Tokoh Pembaruan Islam Masa Modern di Bidang Akidah

Puncak dominasi Barat atas Islam terjadi pada sekitar abab ke-18. Pada abad ke-20 barulah timbul gagasan-gagasan untuk lepas dari cengkeraman Barat yang berupa perlawanan. Pada dasarnya, gerakan-gerakan pembaruan tersebut muncul disebabkan oleh dua faktor utama, yakni dari internal umat Islam sendiri dan keinginan yang kuat untuk melepaskan diri dari Barat.

Pada waktu itu Barat hampir menguasai seluruh sektor, seperti sektor ekonomi, keilmuan, perdagangan, dan kebudayaan. Gerakan pembaruan tersebut didasari oleh Alquran dan Sunah. Gerakan pembaruan tersebut dimulai sejak tahun 1800 M sampai dengan sekarang ini. Pada pembelajaran ini kita akan mempelajari tentang perkembangan Islam di bidang akidah pada masa modern beserta tokoh-tokohnya, yaitu sekitar tahun 1800 sampai sekarang.

Pembaruan Islam di Bidang Akidah

Pembaruan di bidang akidah yang dilakukan oleh umat Islam sebagai bentuk revitalisasi akidah yang sempat menghilang dalam lingkaran dominasi Barat. Pembaruan akidah islamiah dipelopori oleh beberapa tokoh. Di antara tokoh pembaruan Islam di bidang akidah adalah sebagai berikut.

1. Jamaluddin Al-Afghani
Salah satu tokoh pembaruan Islam di bidang akidah adalah Jamaluddin al-Afghani. Beliau lahir pada tahun 1897 M di Afganistan. Ia adalah seorang pemikir Islam yang berani menyuarakan pembaruan di tengah arus dominasi Barat. Ia berpendapat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan Barat sesuai dengan cita-cita Islam sehingga ia begitu mengapresiasi pencapaian Barat. Kiblat Jamaluddin al-Afghani dalam melakukan pembaruan adalah negara-negara bercorak Islam, seperti India, Turki, atau Mesir. Ia ingin mendirikan sebuah universitas tetapi hal tersebut ditentang oleh tokoh ulama di Turki. Kemudian, ia pun diusir dari Turki.


Pembaruan yang dilakukan Jamaluddin al-Afghani diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Umat Islam harus menggunakan rasio dan kebebasan dalam berpendapat untuk mencapai suatu kemajuan dan kemenangan.
  • Kaum pria dan wanita memiliki peranan yang sama dalam kemajuan.
  • Pergantian sistem pemerintahan, dari yang sebelumnya menggunakan sistem otokrasi diganti menjadi sistem demokrasi, atau bahkan sistem republik. Dengan sistem tersebut, diharapkan munculnya kebebasan dalam berpendapat dan adanya undang-undang yang mengatur.
  • Mengalang persatuan dan kerja sama umat Islam dunia atau disebut dengan pan-Islamisme.

2. Muhammad bin Abdul Wahhab
Muhammad bin Abdul Wahhab lahir di Uyaina, Najed, Saudi Arabia pada tahun 1703 M. Ia seorang keturunan ulama terkemuka di wilayah tersebut. Muhammad bin Abdul Wahhab memandang persoalan tauhid merupakan ajaran yang paling dasar dalam Islam sehingga apabila terjadi penyimpangan, maka ia segera meluruskannya.


Ia berpendapat sebagai berikut.
  • Allah Swt. yang harus disembah, apabila ada yang menyembah selain Allah Swt., maka ia telah syirik.
  • Kebanyakan orang Islam tidak menganut paham tauhid yang sebenarnya karena meminta pertolongan bukan kepada Allah Swt.

3. Muhammad Abduh
Tokoh pembaruan di bidang akidah yang lain adalah Muhammad Abduh yang lahir pada tahun 1849 dan wafat pada tahun 1905 M. Beliau adalah seorang cendekiawan yang terkemuka berkat pemikirannya tentang doktrin agama secara rasional yang termuat dalam kitab Tauhid.


Pemikiran Muhammad Abduh tergolong revolusioner sehingga banyak murid beliau yang menuangkan pila pikir Muhammad Abduh dalam karya-karyanya. Di antara para muridnya adalah sebagai berikut.
  1. Muhammad Rasyid Ridha dalam tafsir Al-Manar.
  2. Wasim Amin dalam kitab Tahrir al-Mar'ah.
  3. Farid Wajdi dalam kitab Dairah al-ma'arif.
  4. Tantowi Jauhari dalam Taj al-Murassa' bi Jawahir Alquran wa al-'Ulum.
  5. Muhammad Husaid Haikat dalam kitab Hayah Muhammad.

4. Muhammad Rasyid Ridha
Muhammad Rasyid Ridha adalah murid dari Muhammad Abduh yang juga pengarang dari kitab tafsir al-Manar. Dalam kitab tersebut menjelaskan tentang pemahaman-pemahaman rasional dan modern.


Semasa hidupnya, Rasyid Tida menguasai bahasa asing, yaitu bahasa Prancis dan Turki. Dengan kemampuannya tersebut, ia dapat mendalami ilmu pengetahuan umum dan juga dalam gerakan pembaruan Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh. Salah satu keikutsertaannya dalam gerakan pembaruan adalah ketika ia turut serta dalam menerbitkan kitab Al-Urwah al-Wustha di Paris, Prancis dan disebarkan di Mesir. Dalam bab akidag, Rasyid Ridha berpendapat bahwa melemahnya akidah Islamiah disebabkan oleh maraknya bidah yang masuk ke dalam ajaran-ajaran Islam sehingga ajaran Islam murni menjadi terlupakan. Menurutnyam, bidah adalah kesesatan yang dapat menjerumuskan umat Islam.

5. Sa'ad Zaghlul
Salah seorang pahlawan kemerdekaan mesir adalah Sa'ad Zaghlul. Ia adalah seorang nasionalis yang berwibawa dan turut serta dalam pembebasan Mesir. Ia dianggap sebagai pemimpin nasional, dna ia adalah murid dari Muhammad Abduh. menurutnya, pendidikan yang baik akan membangkitkan jiwa nasionalisme kepada setiap orang.


Selama ia memimpin Mesir, ia banyak mendirikan sekolah-sekolah dan menghapuskan kasta sosial dalam belajar sehingga semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Ia menjadikan bahasa Ingris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Arab. Ia juga mendirikan sekolah kehakiman yang dinamakan Perguruan Tinggi Hakim Agama.

Kesejahteraan rakyat dari berbagai golongan harus diwujudkan, dan ia juga ingin menciptakan kerukunan umat, antarumat Islam, umat Yahudi, dan Kristen di  Mesir.

6. Toha Husein
Salah seorang sejarawan dan filsuf muslim yang terkenal adalah Toha Husein. Ia adalah pendukung gagasan Muhammad Ali Pasya yang menginginkan modernisasi. Ia dilahirkan pada tahun 1889 di Mesir Selatan dan Meninggal pada tahun 1973.


Ia berpendapat bahwa Ilmu pengetahuan mempunyai peran yang sangat sentral dalam memajukan suatu peradaban. Ilmu pengetahuan tidak hanya memberi manfaat dalam praktik semata, tetapi juga lebih pada membangun suatu kebudayaan.

7. Yusuf al-Qardhawi
Pendapat Yusuf al-Qardhawi tentang keilmuan cukup mewakili pandangan mayoritas umat muslim di dunia. Ia berpendapat bahwa modernisasi dan pembaratan adalah berbeda. Menurutnya, Islam tidak menolak modernisasi ilmu pengetahuan, tetapi justru sangat mendukungnya. Tidak berarti Islam menganut pemikiran Barat, tetapi mengambil manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut untuk dijadikan sebagai media memajukan peradaban Islam.


Pemikiran ini sampai sekarang masih ada karena pada dasarnya Islam hanya memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan peradaban Islam sendiri.

8. Sayyid Ahmad Khan
Sayyid Ahmad Khan adalah salah satu pemikir yang mendukung pendapat Jamaluddin al-Afghani dalam hal modernisasi. Ia menekankan tentang kemampuan umat Islam dalam bidang sains dan teknologi. Seperti halnya Al-Afghani, ia menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan modern.

Akan tetapi berbeda dengan Al-Afghani, ia melihat adanya kekuatan yang membebaskan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kekuatan pembebas itu antara lain meliputi penjelasan mengenai suatu peristiwa dengan sebab-sebabnya yang bersifat fisik materiel. Di Barat, nilai-nilai ini telah membebaskan orang dari takhayul dan cengkraman kekuasaan gereja. Kini dengan semangat yang sama, Ahmad Khan merasa wajib membebaskan kaum muslim dengan melenyapkan unsur yang tidak ilmiah dari pemahaman terhadap Alquran. Ia amat serius dengan upayanya ini antara lain dengan menciptakan sendiri metode baru penafsiran Alquran. Hasilnya adalah teologi yang memiliki karakter atau sifat ilmiah dalam tafsir Alquran.

9. Muhammad Iqbal (1873-1938)
Muhammad Iqbal adalah salah satu pemikir Islam modern yang memiliki background pendidikan tradisional Islam di India. Pemikir Islam yang lahir di Punjab tersebut juga mendalami pemikiran Barat modern. Ia adalah pemikir di awal abad ke-20.


Salah satu karyanya yang terkenal adalah The Reconstruction of Religious Throught in Islam (Pembangunan Kembali Pemikiran Keahamaan dalam Islam) yang dterbitkan pada tahun 1930. Dalam pendapatnya, Iqbal menyampaikan pemikiran-pemikiran Islam modern yang dibungkus dengan penyampaian yang lebih mudah diterima oleh kalangan Islam.

10. Ali Shariati
Seorang sosiolog Irang yang bernama Ali-Shariati lahir pada tahun 1933 di Mazinan. Beliau terkenal dengan karya-karya di bidang sosiologi agama. Semasa muda, Ali-Shariati bergaul dengan masyarakat ekonomi lemah.


Dari sanalah ia melihat potret kemiskinan yang ada di Iran waktu itu. Ali Shariati juga mempelajari ilmu filsafat dan juga ilmu politik yang banyak mempelajari tentang pemikiran Maulana Rumi dan Muhammad Iqbal.

Read More
Hikmah Mempelajari Peradaban Islam Masa Modern

Hikmah Mempelajari Peradaban Islam Masa Modern

Mengambil pelajaran dari peradaban Islam Modern - Peradaban Islam Modern merupakan masa yang diawali pada tahun 1800 M hingga sekarang. Masa pembaharuan (modern) ditandai dengan adanya kesadaran umat Islam mengenai kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan agama Islam dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mempelajari sejarah Islam dan peradabannya tentu mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kita semua. Adapun pelajaran yang dapat kita ambil dari peradaban Islam pada era modern adalah sebagai berikut.


1. Harus Menjaga Nilai-Nilai Ketauhidan dan Akidah Islamiah

Pada perkembangan Islam abad modern, Islam mengalami penurunan salah satunya disebabkan oleh terkikisnya nilai-nilai ketauhidan dan akidah Islamiah. Para pemimpin Islam waktu itu bersikap nepotisme dan mementingkan kepentingan golongan daripada mementingkan kemajuan peradaban Islam secara global dan signifikan.

Hal inilah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran bahwa nilai-nilai tauhid dan akidah Islamiah adalah penggerak suatu peradaban. Dengan akidah islamiah, perilaku kita akan sesuai dengan ajaran Islam dan terjaga dari sifat tamak dan egois.

2. Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Persatuan dan kesatuan adalah komponen yang penting bagi suatu peradaban. Persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia adalah persatuan yang mengesampingkan perbedaan pendapat dan mazhab. Jangan sampai terjadi konflik horizontal antarumat muslim sendiri yang hanya akan merugikan umat Islam sendiri.

3. Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah jembatan yang menghubungkan suatu peradaban dengan lingkungan luar. Implikasinya dalam kehidupan adalah dengan ilmu pengetahuan yang luas kita akan mampu eksis dalam menghadapi perubahan zaman dan kemajuan global.

4. Meningkatkan Penguasaan Ilmu Teknologi

Peradaban Islam abad modern mengalami kemunduran karena ketidakantusiasan umat Islam dalam teknologi dan informasi. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama hendaknya selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dengan antusias dan positif dalam menggunakannya.

5. Menjaga Kemurnian Ajaran Islam

Kemurnian ajaran Islam adalah ajaran Islam yang tidak tercampur dengan budaya manusia dan pengaruh dari luar. Apabila  suatu ajaran tercampur dengan budaya manusia, maka ajaran tersebut akan menyimpang. Perkembangan Islam pada masa modern masih banyak penyimpangan-penyimpangan ajaran Islam. Umat Islam harus terlepas dari belenggu bidah, khurafat, dan takhayul. Akan tetapi, jika budaya manusia tersebut tidak melanggar syariat Islam, maka tidak masalah bila dijalankan.

Nah, itulah 5 pelajaran yang dapat kita ambil dari peradaban Islam modern, demikian artikel mengenai agama Islam yang dapat saya share, dan semoga bermanfaat.

Read More
5 Upaya Mencapai Kebangkitan Islam Modern

5 Upaya Mencapai Kebangkitan Islam Modern

Upaya-upaya mencapai kebangkitan Islam - Kemunduran Islam ini sangat meresahkan di kalangan umat Islam sehingga banyak negara Islam yang melakukan perbaikan-perbaikan. Perbaikan yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kemunduran Islam saat ini. Beberapa upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan Persatuan dan Kkesatuan Umat

Berbagai konflik dan perpecahan di kalangan intern umat  Islam sangat menghambat kemajuan Islam di masa modern ini. Oleh karena itu, salah satu upaya yang paling penting adalah meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam. Dengan adanya rasa persatuan dan kesatuan, maka umat Islam akan lebih berkosentrasi dalam memajukan peradaban Islam di masa modern saat ini.

2. Gerakan Pembaruan Akidah dan Tajdid

Merebaknya bidah, takhayul, dan khurafat di kalangan umat Islam menandai ajaran Islam yang menyimpang dari Alquran dan Hadist. Oleh karena itu diperlukan sebuah gerakan dalam pembaruan akidah Islam. Semua ajaran Islam harus dikembalikan pada ajaran yang benar yaitu berdasarkan Alquran dan Hadist.

3. Mendirikan Sekolah-Sekolah Islam

Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling utama dalam sebuah peradaban. Untuk kembali memajukan peradaban Islam dilakukan dengan mendirikan sekolah-sekolah Islam. Melalui sekolah Islam ini, dapat dilakukan berbagai upaya untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat dilakukan untuk membentuk generasi Islam yang baik.

4. Modernisasi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan tidak hanya ilmu agama saja, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Oleh karena itu, Islam mengajak umatnya menuntut ilmu pengetahuan agama ataupun umum untuk memajukan peradaban Islam sendiri.

5. Meningkatkan Kerja Sama Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan ilmu pengetahuan karena dengan ekonomi yang kuat akan lebih mudah mendirikan sekolah-sekolah untuk memajukan ilmu pengatahuan dan peradaban. Kerja sama ekonomi sudah dilakukan oleh negara-negara Islam, seperti Arab Saudi, Iran, dan negara Islam lainnya.

Read More
Perkembangan Islam di Bidang Kebudayaan dan Kesenian

Perkembangan Islam di Bidang Kebudayaan dan Kesenian

Perkembangan Kebudayaan dan Kesenian - Perkembangan Islam di dunia kebudayaan dan kesenian di masa modern adalah indikasi bahwa kemajuan Islam menyeluruh di berbagai bidang. Hal tersebut dapat kita saksikan di negara-negara Islam atau negara yang berpenduduk masyoritas Islam, seperti Pakistan, Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan negara Asia lain.

1. Arsitektur

Perkembangan Islam di bidang arsitektur terbagi menjadi dua bagian, yaitu arsitektur keagamaan dan arsitektur umum. Arsitektur keagamaan seperti masjid, madrasah, dan makam. Sedangkan arsitektur umum ada yang berwujud benteng, pasar, istana, kerajaan, dan fasilitas umum lainnya. Arab Saudi yang sebelumnya merupakan negara yang pas-pasan menjadi negara yang kaya raya, terutama setelah ditemukannya sumber minyak di negara tersebut.

Kekayaan yang berlimpah membuat Arab Saudi menjelma menjadi negara yang mempunyai infrastruktur kelas satu, seperti rel-rel kereta api, hotel berbintang, jalan raya yang bagus, dan maskapai penerbangan. Di antara bebagai arsitektur tersebut yang paling terkenal adalah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kedua masjid tersebut merupakan bangunan yang memiliki arsitektur yang megah dan indah.


Selain di Arab Saudi, kemajuan Islam di bidang arsitektur juga terdapat di negara Islam, seperti Turki. Turki merupakan negara yang memiliki jumlah masjid yang cukup banyak dan juga terdapat sekolah-sekolah yang berarsitektur tinggi. Sementara di Iran, perkembangan arsitektur juga mengalami kemajuan cukup pesat terutama di Kota Teheran yang tidak lain adalah ibu kota negara tersebut. Di Iran terdapat bangunan peninggalan dinasti Qatar, di antaranya Istana Niavarand dan makam Behesyti Zahra.

Sebenarnya masih banyak negara Islam yang mengalami kemajuan di bidang arsitektur selain yang sudah dijelaskan di atas. Dengan demikian, Islam tidak lagi tertinggal jauh dari kemajuan Ilmu pengetahuan dan arsitektur barat.

2. Sastra

Di antara para sastrawan Islam yang hidup pada masa modern adalah sebagai beirkut.
  1. Muhammad Iqbal
  2. Mustafa Lutfi al-Manfaluti
  3. Dr. Muhammad Husain Haekal
  4. Jamil Sidqi az-Zahawi
  5. Abdus Salam al-Ujaili
  6. Aisyah Abdurrahman
  7. Fatwa Tawqan
  8. Nazek al-Malaikah
  9. Layla Ba'albaki

3. Kaligrafi

Kaligrafi adalah tulisan indah yang mempunyai nilai estetika yang tinggi. Kaligrafi adalah kesenian di bidang penulisan. Kaligrafi adalah kesenian Islam yang tidak dimiliki oleh agama lain.

Read More
Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan

Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan

Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan - Kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan juga terjadi ketika pada masa modern yang ditandai dengan munculnya negara-negara, seperti Mesir, India, dan Turki sebagai pusat peradaban.

1. Ilmu Pengatahuan di Turki

Turki menjadi salah satu negara dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang cukup pesat. Terutama ketika pemerintahan Sultan Muhammad II (1785-1839 M). Di antara usaha-usaha memajukan ilmu pengatahuan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Memasukkan kurikulum pengetahuan kedalam lembaga-lembaga pendidikan Islam sebagai salah satu upaya modernisasi di bidang pendidikan dan pengajaran.
  • Membangun sekolah dan lembaga pendidikan, seperti Maktebi Ma'arif yang merupakan sekolah administrasi dan Maktebi Ulumi Edebiyet sebagai sekolah penerjemahan.
  • Memajukan ilmu kedokteran, militer, dan teknologi dengan mendirikan sekolah-sekolah.

Pada tanggal 1 November 1923, Turki mengubah sistem pemerintahan kesultanan menjadi negara republik. Presiden pertamanya adalah Mustafa Kemal at Taturk yang disebut juga sebagai pendiri Turki Modern. Dalam masa pemerintahan ini kemajuan ilmu pengetahuan terus meningkat karena dukungan pemerintah yang total.

2. Ilmu Pengetahuan di India

Selama India di bawah penjajahan Inggris, sebenarnya telah ada pemikir-pemikir yang menginginkan adanya upaya untuk memajukan Ilmu pengatahuan dan teknologi agar terlepas dari penjajahan barat. Para pemikir tersebut di antaranya Syah Waliyullah (1703-1762 M), Sayid Ahmad Khan (1817-1898 M), Sayid AMir Ali (1849-1928 M), Muhammad Iqbal (1873-1938 M), Muhammad Ali Jinnah (1876-1948 M), dan Abdul Azad (1888-1956 M).

Pada tahun 1947, India dan Pakistan meraih kemerdekaan dari Inggris. Setelah kemerdekaan tersebut umat Islam di India terpecah menjadi dua negara, yaitu Pakistan dan India. Meskipun terpisah dalam dua negara, tetapi umat Islam kedua negara tersebut tetap melanjutkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan agar mencapai kehidupan yang maju.

3. Ilmu pengetahuan di Mesir

Ekspansi Napoleon Bonaparte ke Mesir pada tahun 1798 membuat umat Islam di Mesir mulai menyadari bahwa umat Islam sangat jauh tertinggal dari Barat dalam hal keilmuan dan pengetahuan. Para penguasa dan cendekiawan muslim kemudian memelopori gerakan modernisasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai upaya yang masksimal.

Melihat keadaan tersebut, penguasa Mesir saat itu Muhammad Ali Pasya segera bertindak dengan mengirimkan mahasiswa-mahasiswa pilihan ke Prancis untuk mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil studi ke Prancis tersebut, kemudian diterapkan di Universitas Al-Azhar di Mesir dan berbagai perguruan tinggi lainny.

Di Universitas Al-Azhar, mahasiswa yang belajar tidak hanya berasal dari Mesir saja, tetapi juga dari berbagai negara Islam, seperti Libia, Irak, dan negara Islam lainnya. Dengan demikian, ilmu-ilmu yang diajarkan terssebut menyebar dengan cepat ke berbagai negara Islam lain. Universitas-universitas lain di Mesir juga mendirikan beberapa fakultas ilmu umum lain, seperti fakultas hukum, sastra, kedokteran, pertanian, ekonomi, dan masih banyak lagi.

Selain Universitas Al-Azhar, di Mesir telah didirikan universitas-universitas, seperti Universitas Iskandariyah, Universitas Ainusyams, Universitas Hilwan, Universitas Assiut, Universitas Suez dan Universitas American University in Cairo (AUC) yang di dalamnya terdapat berbagai fekultas seperti kedokteran, farmasi, teknik pertanian, perdagangan, hukum, dan sastra.

Read More
Cara Menyusun Teks Khutbah Jumat dan Dakwah

Cara Menyusun Teks Khutbah Jumat dan Dakwah

Cara menyusun teks khotbah jumat - Tidak seperi di jaman dulu, saat ini melakukan sesuatu bisa dilakukan dengan tidak secara langsung, salah satunya adalah Khutbah atau dakwah. Karena sekarang sudah banyak acara keagamaan di televisi khususnya khutbah dan dakwah. Dan hal ini bertujuan agar semua orang bisa menyaksikan acara dakwah walaupun tidak secara langsung agar memahami dan mendalami agama Islam.

Kata khutbah sendiri berasal dari bahasa Arab "khotbah" dari kata dasar masdar yang artinya pidato atau ceramah. Sampai saat ini, makna yang melekat dari kata khutbah itu adalah pidato yang berisi tentang keagamaan. Oleh karena itu, kegiatan khutbah itu sering hanya ditujukan kepada mereka yang sedang membacakan pidato keagamaan pada hari Jumat, atau Idulfitri dan Iduladha. Padahal, pidato yang di luar kegiatan agama atau yang berisikan tantang agama pun dapat dikatakan sebagai kegiatan khutbah karena kata khutbah mengandung arti pidato atau ceramah.
Sebelum khatib atau dai melakukan khutbah pastinya terlebih dahulu menyusun apa yang namanya teks khutbah atau dakwah. Karena dengan menyusun teks khutbah akan membuat pidato atau khutbah lebih terorganisir dengan lebih baik. Berikut bagaimana cara mentusun teks khutbah jumat dan juga dakwah.

Cara Menyusun Teks Khutbah Jumat dan Dakwah

Ada lima tahap atau langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun teks khutbah atau dakwah, yaitu sebagai berikut.

1. Menentukan Tujuan

Setiap khutbah atau dakwah harus memiliki tujuan yang ingin disampaikan. Dengan tujuan tersebut, kemudian seorang khatib atau dai akan menyampaikan pesannya secara terarah dan elebih efektif.

2. Menentukan Topik

Penentuan topik ini, mulai dari skala umum, kemudian sampai pada topik khusus yang akan dikembangkan dalam teks khutbah.

Dalam menyusun topik ini harus diperhatikan aspek-aspek berikut.
  • Kelompok pendengar (mustamik atau audiensi). Khutbah atau dakwah di depan anak remaja topik pembahasannya berbeda dengan mustamik yang berasal dari kelompok dewasa.
  • Kepentingan dan kemampuan. Seseorang yang akan menyampaikan khutbah jangan memaksakan diri untuk menyampaikan materi yang tidak dikuasanya. Perhatikan kemampuan dan kepentingan kita dalam menyampaikan masalah kepada umat.
  • Timing. Khutbah atau dakwah yang baik yaitu sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan umat saat itu. Karena lamanya waktu, keaktualan bahasan merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan.

3. Menentukan Outline.

Setelah topik ditemukan, kemudian membuat garus besar yang akan disampaikan kepada jamaah.

4. Memilih Kata

Setiap kata yang digunakan harus jelas dan tidak boleh menimbulkan arti ganda yang dapat menyebabkan salah pengertian para pendengar. Oleh karena itu, perlu diperhatikan masalah sebagai berikut.
  • Gunakan istilah umum.
  • Gunakan kata-kata yang sederhana.
  • Berhemat dalam penggunaan kata-kata.
  • Hati-hati dalam menggunakan istilah serapan.
  • Hindari istilah vulgar atau yang tidak sopan.
  • Jangan menggunakan kata penjulukan (nama calling)
  • Jangan menggunakan eufemisme (ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar) yang berlebihan.

5. Merumuskan Pembukaan

Banyak orang yang sering mengatakan bahwa hal yang paling sulit itu adalah membuat kalimat pembuka. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menyusun kalimat pembuka dalam khutbah atau dakwah.
  • Dalam agam Islam, pembukaan khutbah atau dakwah harus diawali dengan basmalah, syahadat, selawat, dan ajakan untuk meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.
  • Setelah membaca hal-hal tersebut, pembukaan khutbah dapat dilakukan dengan cara merujuk pada tempat dilaksanakan kegiatan.
  • Merujuk pada pekerjaan, tugas, atau profesi ketika berbicara.
  • Bila kita berdakwah dalam acara tertentu, maka membuka dakwah dapat dilakukan dengan cara merujuk pada tema secara langsung.
  • Mengawali khutbah dengan sebuah kisah, baik dari riwayat nabi, sahabat maupun pengalaman dirinya sendiri.
  • Menggunakan yel, pekik atau sapaan yang familiar di masyarakat Indonesia, misalnya saja kalimat "Allahu Akbar".

6. Menyampaikan Kesimpulan dan Saran

Khutbah atau dakwah bertujuan untuk memperbaiki keadaan. Oleh karena itu, khutbah yang baik tidak mencela atau memaki-maki, tetapi mengemukakan mengenai cara atau pemecahan masalah terhadap kalimat atau materi yang sudah dibahasnya.

Dalam menutup sambutan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut.
  1. Menutup dengan doa. Model ini merupakan bentuk baku yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
  2. Pada zaman perjuangan, para elite politik Indonesia dalam mengakhiri sambutannya sering menggunakan yel-yel atau pekik kemerdekaan yang dapat menumbuhkan semangat juang, misalnya dengan kalimat, "merdeka!!! Terima kasih, wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh".
  3. Menutup dakwah dengan hadis atau ayat Alquran yang dapat dijadikan bahan tafakur.

Nah itulah penjelasan bagaimana cara menyusun teks khtbah jumat dan juga dakwah, demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai khotbah dan semoga bermanfaat untuk Anda.

Read More
Pengertian Ziarah Kubur Menurut Islam (Hikmah dan Adab)

Pengertian Ziarah Kubur Menurut Islam (Hikmah dan Adab)

Ziarah Kubur Menurut Agama Islam - Ziarah kubur adalah datang ke makam keluarga atau bukan keluarga dengan maksud untuk mendoakan agar diterima amalnya dan dosanya oleh Allah Swt. Ziarah kubur merupakan sunah bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan adalah makruh. Alasannya dikhawatirkan perempuan akan menambah perasaan sedih.

Baca juga:

1. Adab (Etika) Berziarah Kubur

Ada beberapa etika atau adab dalam berziarah kubur, yaitu sebagai berikut.
  • Peziarah hendaknya mengucapkan salam kepada ahli kubur ketika memasuki area makam. Tetap harus mengucapkan salam, karena kuburan sebagai tempat pemakaman jenazah manusia harus tetap dihormati dan dimuliakan secara wajar. Hal tersebut memiliki arti bahwa kuburan merupakan tempat kita mengingat akhirat dan tidak boleh disia-siakan, tetapi juga tidak boleh dipua-puja.
  • Membaca doa-doa, istigfar, tahlil, surah Yasin, dan sebagainya. Dengan harapan mereka mendapat pengampunan dari Allah Swt.
  • Pada saat berziarah kubur, bersikap sopan dan berhati-hati, jangan duduk di atas kuburan atau bergurau, bermain-main atau yang tidak sesuai dengan suasana ziarah kubur.
  • Ziarah kubur orang tuanya atau orang lain tidak untuk meminta sesuatu, tetapi mendoakan kepada ahli kubur agar mendapat pengampunan dari Allah Swt.
  • Tidak boleh mencium atau menyapu dengan tangan untuk minta berkah, karena hal itu menjurus ke arah kemusyrikan.

2. Hikmah Ziarah Kubur

Hikmah ziarah di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat (kematian), maka akan menambah tebalnya iman kepada Allah Swt. dan memperbanyak amal saleh.
  • Kita dapat melakukan kontak batin dengan arwah almarhumah, sekalipun dengan alam yang berbeda melalui doa.
  • Ziarah kubur adalah perbuatan ibadah karena sunah Rasulullah saw. Dengan melihat nisan sebagai saksi bisu akan tumbuh rasa takut kepada Allah Swt.
Pada awalnya ziarah kubur dilarang oleh Rasulullah saw. karena dikhawatirkan menimbulkan syirik (meminta kepada leluhurnya), akan tetapi setelah Rasulullah saw. menilai bahwa tingkat keimanan umat sudah kuat, maka Rasulullah saw. pun memerintahkan untuk berziarah kubur. Selain itu, berziarah kubur banyak lagi hikmah yang dapat digali.

Read More