Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan

Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan - Kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan juga terjadi ketika pada masa modern yang ditandai dengan munculnya negara-negara, seperti Mesir, India, dan Turki sebagai pusat peradaban.

1. Ilmu Pengatahuan di Turki

Turki menjadi salah satu negara dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang cukup pesat. Terutama ketika pemerintahan Sultan Muhammad II (1785-1839 M). Di antara usaha-usaha memajukan ilmu pengatahuan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Memasukkan kurikulum pengetahuan kedalam lembaga-lembaga pendidikan Islam sebagai salah satu upaya modernisasi di bidang pendidikan dan pengajaran.
  • Membangun sekolah dan lembaga pendidikan, seperti Maktebi Ma'arif yang merupakan sekolah administrasi dan Maktebi Ulumi Edebiyet sebagai sekolah penerjemahan.
  • Memajukan ilmu kedokteran, militer, dan teknologi dengan mendirikan sekolah-sekolah.

Pada tanggal 1 November 1923, Turki mengubah sistem pemerintahan kesultanan menjadi negara republik. Presiden pertamanya adalah Mustafa Kemal at Taturk yang disebut juga sebagai pendiri Turki Modern. Dalam masa pemerintahan ini kemajuan ilmu pengetahuan terus meningkat karena dukungan pemerintah yang total.

2. Ilmu Pengetahuan di India

Selama India di bawah penjajahan Inggris, sebenarnya telah ada pemikir-pemikir yang menginginkan adanya upaya untuk memajukan Ilmu pengatahuan dan teknologi agar terlepas dari penjajahan barat. Para pemikir tersebut di antaranya Syah Waliyullah (1703-1762 M), Sayid Ahmad Khan (1817-1898 M), Sayid AMir Ali (1849-1928 M), Muhammad Iqbal (1873-1938 M), Muhammad Ali Jinnah (1876-1948 M), dan Abdul Azad (1888-1956 M).

Pada tahun 1947, India dan Pakistan meraih kemerdekaan dari Inggris. Setelah kemerdekaan tersebut umat Islam di India terpecah menjadi dua negara, yaitu Pakistan dan India. Meskipun terpisah dalam dua negara, tetapi umat Islam kedua negara tersebut tetap melanjutkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan agar mencapai kehidupan yang maju.

3. Ilmu pengetahuan di Mesir

Ekspansi Napoleon Bonaparte ke Mesir pada tahun 1798 membuat umat Islam di Mesir mulai menyadari bahwa umat Islam sangat jauh tertinggal dari Barat dalam hal keilmuan dan pengetahuan. Para penguasa dan cendekiawan muslim kemudian memelopori gerakan modernisasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai upaya yang masksimal.

Melihat keadaan tersebut, penguasa Mesir saat itu Muhammad Ali Pasya segera bertindak dengan mengirimkan mahasiswa-mahasiswa pilihan ke Prancis untuk mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil studi ke Prancis tersebut, kemudian diterapkan di Universitas Al-Azhar di Mesir dan berbagai perguruan tinggi lainny.

Di Universitas Al-Azhar, mahasiswa yang belajar tidak hanya berasal dari Mesir saja, tetapi juga dari berbagai negara Islam, seperti Libia, Irak, dan negara Islam lainnya. Dengan demikian, ilmu-ilmu yang diajarkan terssebut menyebar dengan cepat ke berbagai negara Islam lain. Universitas-universitas lain di Mesir juga mendirikan beberapa fakultas ilmu umum lain, seperti fakultas hukum, sastra, kedokteran, pertanian, ekonomi, dan masih banyak lagi.

Selain Universitas Al-Azhar, di Mesir telah didirikan universitas-universitas, seperti Universitas Iskandariyah, Universitas Ainusyams, Universitas Hilwan, Universitas Assiut, Universitas Suez dan Universitas American University in Cairo (AUC) yang di dalamnya terdapat berbagai fekultas seperti kedokteran, farmasi, teknik pertanian, perdagangan, hukum, dan sastra.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perkembangan Islam di Bidang Ilmu Pengatahuan"

Post a Comment