Kisah Nabi Muhammad saw. dan Umat Islam saat Hijrah ke Habsyah

Umat Islam Hijrah ke Habsyah - Kaum kafir Quraisy tidak berhasil dalam memalingkan keyakinan para pemuda yang telah masuk Islam. Sedangkan Rasulullah saw. Tidak patah semangat, hingga hal itu terasa berat bagi mereka. Lalu mereka membujuk orang-orang di Kalangan mereka untuk mendustakan, menyakiti, hingga mengirim sihir dan tenung kepada Rasulullah saw. Mereka menghalangi dakwah beliau dengan berbagai cara.

Kaum kafir Quraisy dalam tiap kesempatan selalu mencela Rasulullah saw. dengan kata-kata kotor dan makian. Hal ini juga terjadi padaAbu Bakar, ketika ia mendakwahkan Islam, orang kafir marah dan memukul Abu Bakar sampai wajah Abu Bakar Bengkak dan pingsan.

Dakwah Rasul terus berjalan hingga mengakibatkan kaum kafir Quraisy bingung, mereka tidak tahu lagi bagaimana menghalangi Rasul dan orang-orang yang mengimaninya. Sehingga hal ini meningkatkan rasa marah dan gangguan yang ditimpakkan kepada Rasul dan pengikutnya, sampai mereka tidak memerhatikan hubungan keluarga atau kerabat hingga melanggar batas kemanusiaan. Suatu hari Rasul saw. sedang sujud tiba-tiba datang Uqbah bin Abu Mu'ith dengan membawa kotoran unta, lalu ia lemparkan ke punggung Rasul, beliau tidak mengangkatnya hingga datang Fatimah membersihkannya.

Walau gangguan dan siksaan dari kaum kafir Quraisy terus berlangsung, tetapi dakwah Rasul saw. juga terus dilaksanakan. Hingga masuklah Hamzah bin Abdul Muthalib paman Rasulullah saw. ke dalam agam Islam. Suatu hari Rasullah saw. dihina dan dicemooh oleh Abu Jahal, hingga Hamzah mengetahui dan ia marah tidak terima keponakannya dihina. Hamzah mencari Abu Jahal lali ia menamparnya hingga berlumuran darah, lalu ia berkata "Apakah engkau menghina keponakanku sedangkan aku telah memeluk agamanya, dan mengucapkan apa yang dia ucapkan?" Abu jahal terdiam. Hamzah telah masuk Islam, hal ini membuat kaum Quraisy merasa gentar karena kedudukan Hamzah dan keberanian Hamzah. Kemudian diikuti 'Utbah bin Rabi'ah tokoh Quraisy yang berusaha menghalangi dakwah Rasul. Akhirnya ia masuk Islam karena mendengar bacaan beberapa ayat surah Fussilat hingga Surah as-Sajdah yang dibaca Rasulullah saw.


Ketika Rasulullah saw, menyaksikan bencana yang menimpa pengikutnya dan belia tidak mampu melindunginya. Beliau lalu menyuruh pengikutnya berhijrah ke Habsyah. Hijrah adalah pindah dari suatu negeri yang tidak aman ke negeri yang aman dalam rangka menjaga keyakinan, orang-orang yang berhijrah disebut Muhajirin. Maka pergilah sekelompok umat Islam ke Habsyah. Kelompok ini terdiri dari 10 orang laki-laki dan 4 perempuan. Di antara mereka terdapat Usman bin Affan dan Istrinya Ruqayyah binti Rasulullah saw. Mereka dipimpin oleh Usman bin Mazh'un. Kemudian pergi pula Ja'far bin Abu Thalib yang diikuti umat Islam lainnya, mereka membawa keluarga dan ada yang sendiri. Sehingga jumlah keseluruhan mereka yang hijrah ke Habsyah adalah 83 orang.

Hijrah ini untuk kepentingan dakwah Islam dan meringankan beban Rasulullah saw. Hijrah ke Habsyah terjadi pada tahun ke-5 sesudah kenabian. Ja'far bin Abi Thalib dan sejumlah sahabat menetap disana hingga tahun ke-7 Hijrah. Ja'far menemui Rasulullah saw. pada perang Khaibar. Jadi mereka tinggal di Habsyah selama 15 tahun.

Ketika kaum kafir Quraisy mengetahui umat Islam berhijrah ke Habsyah dan merasa tentram disana, maka mereka mengutus dua utusan untuk membujuk Raja Najasyi penguasa Habsyah dengan membawa banyak hadiah. Mereka melobi dan membujuk Raja Najasy dengan memberi hadiah itu agar mau mengembalikan umat Islam itu kepada kaumnya. Dan supaya Raja Najasyi tidak memberi perlindungan keamanan kepada mereka. Tetapi Raja Najasyi tidak bergeming dan tetap menolak permintaan itu, hingga ia mengusir dua utusan kafir Quraisy itu.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Nabi Muhammad saw. dan Umat Islam saat Hijrah ke Habsyah"

Post a Comment