Perbedaan Taktik dan Strategi dalam Lompat Jauh

Taktik dan Strategi dalam Lompat Jauh - Faktor yang cukup dominan menentukan tingkat keberhasilan dalam melakukan lompat jauh adalah menyangkut penerapan strategi dan taktik secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, berbagai hal yang berkaitan dengan strategi dan taktik lompat jauh harus disiapkan dan dilatih secara matang, antara lain sebagai berikut.
  • Kemampuan gaya, pola, sistem-sistem, dan mental yang dimiliki diri sendiri.
  • Derajat kebugaran atlet.
  • Kemampuan fisik dan teknik si pelompat.
  • Keadaan lingkungan, alat, perlengkapan, lapangan dan situasi sosial yang dihadapi, tempat pertandingan, cuaca atau iklim, kondisi lampu, serta penonton
  • Peraturan atau ketentuan perlombaan yang bersifat internasional, nasional, dan lokal.

Strategi dan taktik adalah dua hal yang harus berjalan beriringan agar perlombaan lancar dan memperoleh hasil yang diharapkan. Namun, apakah Anda tahu perbedaan antara taktik dan strategi? Coba perhatikan uraian tentang strategi dan taktik berikut!

#Strategi

Strategi dalam lompat jauh antara lain sebagai berikut.
  1. Strategi dipersiapkan sebelum perlombaan dilaksanakan.
  2. Situasi dan kondisi tempat, peralatan, asrama, atau mes, serta makanan agar disesuaikan dengan pertandingan yang akan dilakukan.
  3. Memompa semangat atlet atau kontingen agar berprestasi dengan memperhatikan berbagai video keberhasilan mereka.
  4. Latihan mengotomatiskan teknik start (awalan), teknik irama, dan akselerasi berlari, gerakan tolakan, teknik saat di udara, serta teknik mendarat.
  5. Pelatih dan official biasanya lebih berperan daripada atlet dalam pembentukan dan penerapan strategi bertanding/berlomba.

#Taktik

Berikut beberapa teknik lompatan yang berhubungan dengan taktik yang harus diperhatikan saat melakukan perlombaan lompat jauh.
  1. Kekuatan tungkai dalam tolakan atau yang disebut explosive power, artinya daya ledak tungkai.
  2. Kecepatan lari (speed) saat awalan dilaksanakan, awalan sebaiknya diakukan dengan jarak 30-40 meter.
  3. Langkah terakhir saat tungkai melakukan tolakan, sebaiknya langkah agak panjang dengan posisi badan agak direndahkan dibalakang (sebaiknya menentukan batas irama langkah kaki/check mark).
  4. Sudut lompatan kira-kira 45° (jumper's trajectory)
  5. Posisi tubuh saat di udara harus baik dan seimbang.
  6. Berupaya menjulurkan kedua kaki ke depan sejauh mungkin, kemudian mendarat dengan sebaik-baiknya.

Selain strategi dan taktik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan lompat jauh, antara lain sebagai berikut.

a. Tolakan
Tolakan yaitu menolak sekuat-kuatnya pada papan tolakan.
b. Sikap Badan di Udara
Sikap badan di udara yaitu badan harus diusahakan melayang selama mungkin di udara serta dalam keadaan seimbang.
c. Sikap Badan pada Waktu Mendarat
Sikap badan pada waktu mendarat yaitu si pelompat harus mengusahakan mendarat dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai jatuhnya badan atau tangan kebelakang karena dalam merugikan.
d. Mendarat
Mendarat yang baik adalah ketikan jatuhnya dengan kedua kaki dan tangan ke depan. Jadi, jika jatuhnya ke depan tidak akan merugikan.

#Kesalahan

Kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan oleh para pelompat, antara lain sebagai berikut.
  • Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
  • Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tak memadai.
  • Badan miring jauh ke depan atau terlalu miring ke belakang.
  • Fase melayang badan tidak seimbang.
  • Atlet tidak melakukan pendaratan dengan dua kaki.
  • Atlet mendarat dengan kaki kangkang.

Nah itulah seidkit penjelasan mengenai taktik dan strategi dalam cabang olahraga lompat jauh, demikian artikel mengenai pelajaran olahraga dan kesehatanm dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbedaan Taktik dan Strategi dalam Lompat Jauh"

Post a Comment