2 Macam Strategi Penyerangan Dalam Sepak Bola

Strategi Menyerang Dalam Sepak Bola - Dalam permainan sepak bola banyak hal yang harus diperhatikan, bukan hanya hal yang bersifat individu tetapi juga hal yang bersifat kelompok, misalnya seperti kerja sama tim harus solid agar mendapat hasil yang memuaskan. Kerja sama tim juga harus disokong oleh strategi yang bagus. Strategi dalam permaiann sepakbola dibedakan menjadi dua yaitu strategi menyerang dan strategi bertahan.

Kedua strategi tersebut bisa digunakan tetapi terlebih dahulu harus melihat kondisi tim, pada dasarnya strategi yang sering digunakan adalah strategi menyerang. Tapi ada kalanya juga harus menggunakan strategi bertahan bila mana tim sedang tertekan atau sedang mempertahankan poin ataupun skor. Nah untuk lebih lanjut mengenai strategi menyerang dan bertahan dalam sepak bola bisa dilihat ulasan dibawah ini.

#Strategi Penyerangan Menekan (Pressing)

Strategi menyerang menekan adalah strategi yang paling membutuhkan stamina yang sangat kuat. Dalam penerapannya, para pemain diharuskan untuk bermain dengan cara menekan tim lawan. Penekanan yang dilakukan, sebisa mungkin dilakukan pada daerah pertahanan lawan, sehingga para pemain harus memiliki ketangkasan dan stamina yang sangat kuat. Keunggulan dari strategi ini adalah memunculkan kepanikan pada tim lawan.


Selain itu, apabila strategi ini berhasil diterapkan, tentu saja semua anggota tim yang melakukan penyerangan tidak perlu kembali ke daerah bertahan. Hal ini sangat menguntungkan apabila sebuah tim memiliki kekompakan yang tinggi. Kelemahan dari strategi ini  adalah stamina ekstra yang sangat dibutuhkan. Semua anggota tim, khususnya para pemain penyerang harus memiliki stamina yang lebih dari prima. Dengan demikian, pengejaran terhadap pemain yang membawa bola akan sangat efektif.

1. Kekuatan Strategi Pressing
  • Pemain lawan tidak diberi waktu untuk mengatur serangan.
  • Jarak lari lebih pendek daripada harus kembali ke posisi awal formasi.
  • Sangat efektif dilakukan oleh tim yang memiliki penyerang yang agresif dan cepat, serta saat melawan tim lawan.

2. Kelemahan Strategi Pressing
  • Penyerang terkuras tenaganya karena harus terus aktif saat menyerang ataupun bertahan.
  • Pertahanan rapuh jika lawan berhasil melakukan serangan balik yang membahayakan.
  • Jika pemain bisa lolos dari pressing, akan beresiko terhadap pertahanan sendiri.

#Strategi Penyerangan Fall Back (Tekanan Belakang)

Strategi penyerangan kedua adalah strategi fall back, atau sering disebut sebagai penekanan pada daerah tengah lapangan. Strategi ini cocok untuk menghadapi pemain yang lebih kuat. Dalam penerapannya, para pemain hanya bertanggung jawab untuk melakukan penekanan terhadap serangan lawan pada daerah tengah lapangan.

Sebagai contoh, apabila sebuah serangan gagal, para pemain diharuskan secara cepat menuju tengah lapangan dan menjaga daerah masing-masing. Setelah lawan menghampiri daerah pertahanan, maka para pemain mulai menekan lawan dan melakukan perebutan bola menggunakan pola tertentu.

1. Kekuatan Strategi Fall Back
  • Formasi pertahanan tersusun rapi
  • Serangan balik lawan dapat diredam dan relatif lebih mudah.
  • Saat bola berhasil dikuasai kembali, serangan dapat diatur dengan lebih baik dan terencana.
  • Sangat efektif melawan tim yang lebih kuat.

2. Kelemahan Strategi Fall Back
  • Lawan bisa dengan tenang mengatur serangan.
  • Lawan bisa mengatur tempo permainan.
  • Kesalahan pemain belakang lawan di dalam mengontrol dan menumpan bola cenderung tidak dihukum karena tidak adanya tekanan.

Nah itulah sedikit penjelasan mengenai strategi penyerangan dalam sepakbola yang dibagi menjadi 2 Fall Back dan Pressing. Demikian artikel yang dapat saya bagikan dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2 Macam Strategi Penyerangan Dalam Sepak Bola"

Post a Comment