Kebijakan Pemerintahan SBY-Boediono (Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Ideologi)

Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono - Pada pemilu 2009, Susilo Bambang Yudhoyono kembali menjadi calon presiden bersama pasangan baruna, yaitu Boediono dan kembali terpilh sebagai presiden Indonesia. Pada periode kepemimpinannya yang kedua, Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Kabinet Indonesia Bersatu II yang merupakan kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono.

Susunan kainet ini berasal dari usulan partai politik pengusul Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Pada Pilpres 2009 yang mendapatkan kursi di DPR (Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB) ditambah Partai Golkar yang bergabung setelahnya, tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada Pilpres 2009, serta kalangan professional.

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan oleh SBY pada 21 Oktober 2009 dan dilantik sehari setelahnya. Pada tanggal 19 Mei 2010, Presiden SBY mengumumkan pergantian Menteri keuangan. Pada tanggal 18 Oktober 2011, Presiden SBY mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia bersatu II, beberapa wajah baru masuk ke dalam kabinet dan beberapa menteri lainnya bergesar jabatan di dalam Kabinet.

Kepemimpinan SBY dapat dilihat dari berbagai aspek seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta ideologi. Berikut aspek kepemimpinan SBY-Boediono yang dilihat dari bidang berbagai bidang tersebut.

a. Politik

SBY telah berhasil mengubah citra Indonesia dan menarik investasi asing dengan menjalin berbagai kerja sama dengan banyak negara pada masa pemerintahannya, antara lain Jepang. Perubahan-perubahan global pun dijadikannya sebagai peluang. Politik luara negeri Indonesia di masa SBY diumpamakan dengan istilah "mengarungi lautan gelombang", bahkan "menjembatani dua karang", Hal tersebut dapat dilihat dengan berbagai inisiatif Indonesia untuk menjembatani pihak-pihak yang sedang bermasalah. Selengkapnya baca Kebijakan Politik Pada Masa Pemerintahan SBY-Boediono

b. Ekonomi

Salah satu kebijakan ekonomi pada pemerintahan SBY adalah mengurangi subsidi dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk mengurangi beban masyarakat pemerintah mengeluarkan kebijakan bantuan langsung tunai kepada rakyat miskin.

Pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, perekonomian Indonesia mendapat masalah dalam kasus Bank Century yang sampai saat ini belum terselesaikan. Bahkan sampai mengeluarkan biaya Rp 6,7 triliun untuk menyelesaikan kasus Bank Century ini.


Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pesat pada tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang terjadi pada tahun 2008 hingga 2009. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6% pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 6-6,65% pada tahun 2011.

Dengan demikian, prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari perkiraan semula. Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

c. Sosial

Presiden SBY berhasil meredam berbagai konflik seperti di Ambon, Sampit, dan juga di Aceh. Di pemrintahan SBY juga telah dibuat undang-undang mengenai pornografi dan pornoaksi. Namun usaha ini tidak disertai dengan penegakkan hukum yang baik sehingga tidak terealisasi. Meski konflik di berbagai daerah telah diredam, tetapi muncul kembali berabagai konflik lagi, seperti di Makassar.

d. Budaya

Dalam hal pelestarian budaya, di masa pemerintahan SBY mengalami kemunduran. Terutama dengan banyaknya warisan budaya asli Indonesia yang di klaim oleh pemerintah negara lain.

e. Pertahanan dan Keamanan

Dalam masa pemerintahan SBY, pertahanan dan keamanan sudah baik. Peningkatan anggaran pertahanan Indonesia secara signifikan telah ditunjukkan selama era kepemimpinan Presiden SBY. Ini patut diapresiasi dan ditindaklanjuti secara cermat karena dengan oeningkatan anggaran pertahanan diharapkan semakin memperbaiki penyelenggaraan sistem pertahanan negara.

f. Ideologi

Pada masa ini ideologi yang digunakan adalah Ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila yang bersifat terbuka, artinya mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengubah nilai dasarnya. Indonesia menganut Ideologi terbuka karena Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing.

Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paing tepat digunakan Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu menekankan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang terbuka dan hidup. Dengan sifatnya yang seperti itu, ia menyakini ideologi Pancasila pun akan mampu bertahan melintasi zaman.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kebijakan Pemerintahan SBY-Boediono (Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Ideologi)"

Post a Comment