Contoh Ancaman dari Luar Negeri Beserta Cara Mengatasi

Ancaman merupakan salah satu bentuk usaha yang bersifat untuk mengubah atau merombak kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional melalui segala tindak kriminal dan politis. Ancaman ini sendiri merupakan Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata terorganisasi dan dinilai memiliki kemampuan yang berbahaya terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berasal dari dalam maupun luar negeri. Ancaman militer merupakan suatu ancaman dengan mempergunakan kekuatan senjata terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

Ancaman militer yang datang dari luar negeri yang pernah kita hadapi, misalnya datangnya pasukan Belanda yang bersama-sama dengan pasukan Sekutu yang bermaksud ingin menjajah Indonesia kembali. Mereka tidak rela Indonesia menjadi negara merdeka. Untuk menghadapi kedatangan Belanda dan Sekutu, bangsa Indonesia mengobarkan perlawanan melalui berbagai pertempuran, seperti di Surabaya pada tanggal 10 November 1945, pertempuran di Bandung, dan pertempuran di Semarang dan lain-lain. Sejak 21 Juli 1947 Belanda melakukan Agresi militer ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan rasa cinta tanah air, rakyat Indonesia tetap teguh dan gigih dalam menghadapi agresi yang dilakukan pasukan Belanda. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dilakukan melalui pertempuran di medan perang dan melalui meja perundiangan. Berikut merupakan beberapa ancaman yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri serta cara mengatasinya, untuk ancaman dari dalam negeri silahkan baca 6 Contoh Ancaman Dalam Negeri Beserta Cara Mengatasinya


Mengatasi Ancaman dari Luar Negeri

Ancaman dari luar negeri dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, untuk itu simak 6 contoh ancaman dari luar negeri beserta cara mengatasinya berikut ini.

Agresi Militer
  1. Menjalin hubungan persahabatan antarnegara berdasarkan prinsip bebas-aktif. Dengan demikian, bangsa Indonesia bersifat netral dan berhubungan baik dengan negara lain.
  2. Meningkatkan peralatan, pertahanan militer, dan ketahanan nasional diiringi dengan peningkatan dari kualitas TNI sebagai inti bertahanan dalam sistem Hamkamrata (pertahanan keamanan rakyat semesta).
  3. Selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang dapat membahayakan keutuhan NKRI, seperti mengikuti wajib militer dan belajar dasar-dasar kemiliteran dan selalu siap apabila dibutuhkan dalam mempertahankan NKRI.
Penerobosan wilayah
  1. Mengadakan patroli secara rutin, terutama daerah rawan penerobosan batas.
  2. Membangun pos-pos pertahanan dan memperjelas tapal batas yang lebih kuat dan permanen sehingga tidak dapat dipindah.
  3. Menyejahterakan penduduk di wilayah perbatasan agar tidak bergantung pada negara tetangga sehingga penduduk di wilayah perbatasan tidak berpindah kewarganeraan.
Penyelundupan
  1. Meningkatkan transparansi pihak Bea Cukai dalam tugasnya mengawasi lalu lintas barang antarnegara.
  2. Meningkatkan pengamanan daerah perbatasan untuk mengantisipasi penyelundupan barang ilegal karena memasukkan barang tanpa dikenai pajak impor.
  3. Meningkatkan pengamanan daerah jalur distribusian seperti bandara, dan pelabuhan.
Infiltrasi (penyusupan ideologi)
  1. Memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila serta mengamalkannya.
  2. Menyaring nilai ideologi asing dengan Pancasila, agar memperoleh dampak positifnya saja.
  3. Mempertebal iman dan Takwa (imtak).
  4. Melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat kecintaan terhadap tanah air tercinta dan menanamkan semangat juang untuk membela bangsa, negara, serta mempertahankan Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD sebagai landasan konstitusional serta landasan Nusantara sebagai landasan fisional.
Pemitrasi (penyusupan budaya)
  1. Penguasaan IPTEK yang diimbangi iman da takwa, sebagai perisai di era globalisasi.
  2. Pengenalan budaya Nusantara melalui pendidikan formal, misal membuka ekstrakurikuler sekolah.
  3. Meningkatkan rasa nasionalisme dan mempelajari kebudayaan yang berasal dari berbagai suku di Indonesia.
  4. Melakukan penyaringan budaya yang masuk dengan menggunakan nilai-nilai Pancasila.
Spionase
  1. Meningkatkan keamanan di titik-titik vital nasional, seperti pabrik senjata, pembangkit listrik, dan penyimpanan dokumen rahasia negara.
  2. Tetap waspada terhadap segala ancaman yang mungkin terjadi.
  3. Meningkatkan keimanan para pemimpin dan pejabat negara.
  4. Meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme.
  5. Melakukan pengawasan baik di wilayah darat, air, maupun udara yang dilakukan oleh TNI AD, AL dan AU

Nah itulah contoh ancaman dari luar negeri beserta cara mengatasinya dengan berbagai cara, demikian artikel mengenai pendidikan kewarganegaraan yang dapat saya bagikan dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Ancaman dari Luar Negeri Beserta Cara Mengatasi"

Post a Comment