Pengertian Stres dan Sebab Umum Stress pada Anak

Setiap manusia di dunia pasti mempunyai masalah, makin besar beban kehidupan seseorang, maka makin besar pula masalahnya. Stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tetapi juga sering dialami oleh remaja, khususnya remaja yang baru beranjak dewasa. Masalah-masalah yang dihadapi remaja biasanya tak jauh dari masalah pelajaran dan pergaulan dengan lingkungannya. Walaupun masalah merupakan hal yang biasa dalam kehidupan, namun jika masalah terus-menerus membebani seseorang, biasanya ia akan Stres.

Pengertian Stres

Stres menurut Ibu Dra. Wirda Hanim M. Psi, konsultan psikologi pedidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), adalah suatu perasaan yang sangat mendalam yang menekan seseorang ketika ia memiliki sesuatu yang belum tercapai, tapi ada hambatannya. Karena tekanan ini, bisa jadi aktivitas orang yang bersangkutan jadi terganggu, stres tak selalu berdampak negatif sebab ada juga stres yang justru dapat meningkatkan motivasi serja seseorang. Biasanya sangat tinggi, stres tersebut dapat membuat seseorang tidak berdaya bahkan membuat seseorang tersebut bertingkah di luar kebiasaan.

Stres terbesar pada remaja biasanya pencarian jadi diri, hubungan dengan orang tua, pergaulan dengan teman, dan masalah prestasi sekolah. Sedangkan pada orang dewasa sering mengalami stres karena hidup di kota, pekerjaan yang bersaing dan menuntut serta hubungan dalam keluarga. Faktor lainnya yang juga berperan banyak adalah  lingkungan tempat tinggal dan bekerja, pencemaran, kebisingan, kemacetan, lingkungan yang kumuh dan sampah jalanan yang dapat menciptakan ketidaknyamanan pada masyarakat yang tinggi. Stres yang disebabkan oleh lingkungan macam ini dapat membangkitkan rasa marah dan agresi.



Stres pada remaja biasanya muncul dari suatu yang remaja harapkan namun tidak dapat terwujud atau berbeda dengan kenyataan yang dihadapi. Misalnya, orang tua berharap anaknya berprestasi bagus di sekolah, tetapi ternyata si anak tidak mampu memenuhi harapan itu. Anak pun jadi stres. Contoh lain, jika suatu kali ada PR yang banyak, sementara remaja masih ingin bergaul karena kepentingan-kepentingan tertentu, misalnya saja karena hobi. Ada yang hobi bermain musik, berolahraga, berorganisasi, atau berolahraga. Akan tetapi, orang tua terkadang tidak melihat hobi anaknya tersebut bernilai positif. Orang menggangap bahwa hal-hal tersebut tidak penting karena yang paling penting adalah belajar. Sehingga, kalau sudah seperti demikian, seringkali remaja pun menjadi tertekan batinnya. Oleh karena itu diperlukan upaya agar anak dan orang tua bisa saling mengerti, agar tidak terjadi permalahan yang ujung-ujungnya dapat membuat anak menjadi Stres.

Stres pada anak umumnya dipicu dari beberapa kejadian dibawah ini.
  • Kehilangan orang yang sangat disayangi.
  • Konflik keluarga seperti perceraian atau pertengkaran orang tua.
  • Suasana baru karena pindah rumah atau sekolah.
  • Kasus yang menimpa anggota keuarga.
  • Pengaruh teman dekat.
  • Kegagalan.
  • Tuntutan kesempurnaan dari lingkungan atau diri sendiri.
  • Dorongan rasa marah atau melawan.
  • Perubahan Mood atau suasana hati tidak stabil.
  • Pencarian jadi diri.
  • Keinginan untuk hidup berpisah dari orang tua dan menjadi seseorang yang mereka inginkan.

Nah itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian Stres beserta contoh umum yang menyebabkan stres pada anak, demikian artikel yang dapat saya bagikan dan semoga bermanfaat.


Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Stres dan Sebab Umum Stress pada Anak"

Post a Comment