9 Tokoh Ilmuan Muslim Pada Masa Kejayaan Islam

Kejayaan Islam di abad pertengahan banyak melahirkan tokoh-tokoh yang menciptakan trobosan-trobosan baru dalam keilmuan, misalnya dengan konsep dan karya-karya ilmiah. Dalam bidang keilmuan Islam yang berkembang pesat diantaranya adalah ilmu fikih, ilmu hadis, ilmu tafsir, dan ilmu teologi, sedangkan dalam ilmu umum yang berkembang pesat di antaranya ilmu filsafat, ilmu kedokteran, ilmu kimia, ilmu astronomi, dan ilmu matematika.

Islam mengalami puncak kejayaan yang disebut dengan masa keemasan Islam, yaitu masa ketika para filsuf, ilmuan, dan insinyur di dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada maupun dengan menambah penemuan  dan inovasi mereka sendiri. Berbagai macam ilmu telah dihasilkan oleh para ilmuan dan cendekiawan muslim. Berikut tokoh-tokoh muslim yang telah menyumbangkan karyanya untuk peradaban umat manusia.

1. Ibnu Rusyd (520-595 H)
Ibnu Rusyd merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya Abu -al-Walid Muhammad Ibu Rusyd, lahir di Cordova (Spanyol) pada tahun 520 H, dan wafat di Marakesy (Maroko) pada tahun 595 H. Beliau menguasai ilmu fikih, ilmu kalam, sastra Arab, matematika, fisika, astronomi, kedokteran, dan filsafat.


Karya-karya beliau antara lain kitab Bidayat al-Mujtahid (kitab yang membahas tentang fikih), Kulliyat Fi at-Tibb (buku tentang kedokteran di Eropa), Fal al-Maqal Fi Ma Bain al-Hikmah wa asy-Syariat. Ibnu Rusyd berpendapat antara filsafat dan agama Islam tidak bertentangan, bahkan Islam menganjurkan para penduduknya untuk mempelajari ilmu filsafat.

2. Al-Ghazali (450-505 H)
Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya Abu Hamid al-Ghazali, lahir di desa Gazalah, dekat Tus, Iran Utara pada tahun 450 H dan wafat pada tahun 505 H di Tus juga. Beliau dididik dalam keluarga dan guru yang zuhud (hidup sederhana dan tidak tamak terhadap duniawi). Beliau belajar di Madrasah Imam al-Juwaeni. Setelah beliau menderita sakit, beliau berkhalwat (mengasingkan diri dari khalayak ramai dengan niat beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.) dan kemudian menjalani kehidupan tasawuf selama 10 tahun di Damaskus, Jerusalem, Mekah, Madinah, dan Tus. Adapun jasa-jasa beliau terhadap umat Islam antara lain sebagai berikut.
  • Memimpin Madrasah Nizamiyah di Bagdad dan sekaligus sebagai guru besarnya.
  • Mendirikan madrasah untuk para calon ahli fikih di Tus.
  • Menulis berbagai macam buku yang jumlahnya mencapai 288 buah, mengenai tasawuf, teologi, filsafat, logika, dan fikih.


Diantara bukunya yang terkenal, yaitu Ihya Ulumuddin, yakni membahas masalah-masalah ilmu akidah, ibadah, akhlak, dan tasawuf berdasarkan Alquran dan Hadis. Dalam bidang filsafat, beliau menulis Tahafut al-Falasifah (Tidak konsistennya para filsuf). Al-Ghazali merupakan ulama yang sangat berpengaruh didunia Islam sehingga mendapat gelar Hujjatul Islam (bukti kebenaran Islam).


3. Al-Kindi (805-873 M)
Al-Kindi merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya Yakub bin Ishak al-Kindi, lahir di Kuffah pada tahun 805 M dan wafat di Bagdad pada tahun 873 M. Al-Kindi termasuk cendekiawan muslim yang produktif. Hasil karyanya di bidang filsafat, logika, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik, musik, dan matematika. Beliau berpendapat, bahwa filsafat tidak bertentangan dengan agama karena sama-sama membicarakan tentang kebenaran. Beliau juga merupakan salah satunya filsuf Islam Arab. ia disebut Failasuf al-Arab (Filsuf orang Arab).


Karya-karya Al-Kindi mencakup berbagai bidang, seperti geometri, astronomi, astrologi, aritmetika, musik, fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik. Dalam berfilsafat Al-Kindi mengumpulkan karya-karyanya dengan dibukukan, dan seabad kemudian diselesaikan oleh Ibnu Sina. Kaum bangsawan ortodoks yang konservatif melancarkan aksi kekerasan terhadap Al-Kindi karena dianggap bidah. Sebagai seorang filsuf Islam yang produktif, diperkirakan karya yang pernah ditulis Al-Kindi dalam berbagai bidang tidak kurang dari 270 buah.

4. Al- Farabi (872-950 M)
Al- Farabi  merupakan salah satu tokoh pada masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya  Abu Nashr Muhammad Ibnu Tarkhan Ibnu Uzlag al-Farabi, lahir di Farabi Transoxania pada tahun 872 M dan wafat di Damsik pada tahun 950 M. Beliau keturunan Turki. Al- Farabi menekuni berbagai bidang ilmu pengetahuan antara lain logika, musik, kemiliteran, metafisika, ilmu alam, teologi, dan astronomi.


Di antara karya-karya Al- Farabi , karya yang paling terkenal adalah Al-Madinah al-Fadhilah (kota atau negara utama) yang di dalamnya membahas tentang pencapaian kebahagiaan melalui kehidupan politik dan hubungan antara rezim yang paling baik menurut pemahaman Plato dan hukum Illahiah Islam.

5. Ibnu Sina (980-1037 M)
Ibnu Sina merupakan salah satu tokoh masa kejayaan Islam. Nama lengkapnya Abu Ali al-Husein Ibnu Abdullah Ibnu Sina, lahir di desa Afsyana dekat Bukhara, wafat dan dimakamkan di Hamzan. Beliau belajar bahasa Arab, geometri, fisika, logika, ilmu hukum Islam, teologi Islam, dan ilmu kedokteran. Pada usia 17 tahun, ia telah terkenal dan dipanggil untuk mengobati Pangeran Samani, Nuh bin Mansyur. Beliau menulis lebih dari 200 buku dan di antara karyanya yang terkenal berjudul Al-Qanun Fi at-Tibb, yaitu ensiklopedia tentang ilmu kedokteran dan Al-Syifa, ensiklopedia tentang filsafat dan ilmu pengetahuan.

Kepiawaian Ibnu Sina dalam mengobati orang sudah teruji, bahkan orang yang diobatinya bukanlah orang sembarangan, melainkan para raja. Banyak raja yang meminta Ibnu Sina untuk mengobatinya di antaranya Ratu Sayyidah serta Sultan Majdud dari Rayy, Syamsu Dawla dari Hamazan, dan Alaud Dawla dari Isfahan, Karena kehebatannya, di dalam dunai Islam ia dianggap sebagai Bapak Ilmu Kedokteran.


Tidak hanya dalam filsafat dan kedokteran saja Ibnu Sina memberikan andil dan pemikirannya, tetapi ia juga turut serta ambil bagian dan memberikan andil pada berbagai ilmu pengetahuan pada zamannya, di antaranya yang menonjol adalah ilmu astronomi. Ibnu Sina menambahkan dalam bukunya Al-Magest (Buku tentang astronomi) berbagai problem yang belum dibahas, mengajukan beberapa keberatan Euclides, meragukan pandangan Aristoteles tantang kesamaan bintang-bintang tak bergerak, kesamaan satuan jaraknya, dan sebagainya. Untuk itu di dalam buku Asy-Syifa, ia menguraikan bahwa bintang-bintang yang tak bergerak tak berada pada satu Globe.

Ibnu Sina juga banyak membuat rumusan-rumusan tentang pembentukan gunung-gunung, barang-barang tambang, di samping menghimpun berbagai analisis tentang fenomena atmosfer, seperti angin, awan dan pelangi. Sementara orang yang sezaman dengannya tidak mampu menambahkan sesuatu ke dalam bidang penelitian mereka.

6. Jabir bin Hayyan
Jabir bin Hayyan adalah salah satu ilmuan muslim di bidang ilmu kimia, setelah berguru dari Barmaki Vizier di Bagdad. Jabir bin Hayyan lahir pada tahun 750 M dan wafat di usia 53 tahun. Di kalangan Barat,Jabir bin Hayyan dikenal dengan nama Geber, ia menuntut Ilmu dan mengembangkan ilmu kimianya pada masa pemerintahan Harun ar-Rasyid. Dalam eksperimen kimianya, beliau menerapkan eksperimen sistematis sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.


Karya Jabir bin Hayyan antara lain kitab Al-Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi The Book of the Composition of Alchemy), kitab Al-Sab'een, kitab Al-Rahmah, Al-Tajmi, Al-Zilaq al-Sharqi, Book of the Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance.

7. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi lahir di Khawarizm, Uzbekistan tahun 780 Masehi, dan wafat pada tahun 850 di Bagdad, Irak. Beliau adalah ahli matematika, astronomi, astrologi. Dia berprofesi sebagai seorang dosen semasa hidupnya. Buku pertamanya adalah Al-Jabar yang merupakan buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Dengan buku yang ia tulis tersebut, ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa latin dari aritmetika, beliau yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai sistem penomoran posisi desimal di dunia Barat pada abad ke-12. Ia merevisi dan menyesuaikan geografi Plotemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tantan astronomi dan astrologi.


Kontribusi beliau tidak hana berdampak besar pada matematika, tetapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata Al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorisme, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga diserap dalam bahasa Spanyol, Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit. Beberapa karyanya yang terkenal adalah Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa--I-Muqabala, Dixit Algorizmi, kitab Surah al Ardh, Buku Zij al-Sindhind, dan Risala fi Istikhraj Ta'rikh al-Yahud (Petunjuk penanggalan Yahudi).

8. Ibnu Haitham
Salah satu ilmuan muslim yang namanya mendunia adalah Ibu Haitham. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Muhammad al-Hasan Ibnu al-Haitham. Beliau lahir pada tahun 965 di Basra, Irak. Pada usia 64 tahun beliau meninggal dunia di Kairo. Beliau dikenal di Barat dengan nama Alhazen sebagai seorang ilmuan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ibu Haitham melakukan banyak penelitian, salah satunya adalah tentang cahaya yang kemudian menjadi cikal bakal diciptakannya mikroskop dan teleskop.


Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris antara lain Light and on Twilight Phenomena Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Dilihat dari karyannya, Ibu Haitham telah cukup banyak menulis buku-buku. Di antara buku hasil karyanya adalah sebagai berikut.
  • Al'Jami' fi Usul al-Hisab yang mengandung terori-teori ilmu metematika dan matematika penganalisisan.
  • Kitab Al-Tahli wa al-Tarkib mengenai ilmu geometri.
  • Kitab Tahlil ai'Masa'il al-Adadiyah tentang Algebra.
  • Maqalah fi Istikhraj Simat al-Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau.
  • Maqalah Fima Tad'u Ilaih mengenai penggunaan geometri dan urusan hukum syarak.
  • Risalah fi Sina'at al-Syi'r mengenai teknik penulisan puisi.

9. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun disebut sebagai Bapak Sosiologi Islam, lahir di Tunisia pada 732 H/1332 M dan meninggal pada 808 H/1406 M. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakar bin Muhammad bin al-Hasan. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah. Kitab ini berisi pembahasan tentang masalah sosial manusia. Kitab ini membuka jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. Dia dipandang sebagai peletak dasar ilmu sosial dan politik Islam.


Nah itulah tokoh-tokoh pada masa kejayaan Islam pada abad pertengahan, demikian artikel yang dapat saya bagikan dan semoga bermanfaat untuk Anda. Baca juga: 10 Tokoh Pembaruan Islam Masa Modern di Bidang Akidah

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "9 Tokoh Ilmuan Muslim Pada Masa Kejayaan Islam"

Post a Comment