Etiket dan Etika (Pengertian dan Perbedaan)

Manusia dikodratkan hidup sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk individu melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Kodrat manusia sebagai makhluk sosial tampak pada kebutuhannya akan orang lain dalam usaha memenuhi kebutuhan pribadi mereka. Untuk itu, mereka berinteraksi satu sama lain. Interaksi tersebut dapat berjalan baik apabila ada batasan yang menjadi kesepakatan bersama dan ditaati oleh Semua pihak. Aturan tersebut disebut etiket dan etika.

Pengertian Etiket dan Etika

Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquette, yang artinya aturan sopan santun dalam pergaulan. Mengabaikan sopan santun sering menimbulkan perselisihan atau kesalahpahaman. Etiket merupakan sarana/alat untuk kelancaran pergaulan yang dapat membantu seseorang dalam mencapai cita-cita.

Sedangkan Etika, berasal dari bahasa Yunani ethos, artinya falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama. Etika memuat kriteria apa yang "baik" dan yang "tidak baik" asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak, serta nilai apakah suatu perbuatan boleh atau tidak boleh dilakukan. Pergaulan yang beretika membuat manusia saling menghormati satu sama lain sehingga keamanan dan kenyamanan dalam menunaikan kewajiban dan menikmati hak masing-masing dapat terjamin. Semua itu membuat hidup terasa aman, nyaman dan harmonis.


Perbedaan Etiket dan Etika

Etiket tidak sama dengan etika meskipun ada kaitannya (Ben Handaya dalam buku Etiket dan Pergaulan). Kata antara etiket dan etika adalah sama-sama mengacu pada norma atau aturan. Etika mengacu pada norma kesusilaan sedangkan etiket mengacu pada norma kesopanan.

Ada beberapa perbedaan yang sangat penting antara etiket dan etika, yakni sebagai berikut.

  • Etiket menunjukkan cara yang dianggap tepat dan diterima dari suatu tindakan yang harus dilakukan manusia dalam suatu kalangan tertentu. Misalnya, dalam budaya tertentu jika menyerahkan sesuatu dengan tangan kiri dianggap melanggar etiket. Sebaliknya, etiket berkaitan dengan apakah suatu tindakan boleh dilakukan atau tidak. Etika merupakan norma moral dari sebuah tindakan, misalnya jangan berbohong, jangan mencuru, jangan korupsi.
  • Etiket hanya berlaku jika ada seseorang atau pihak lain yang menyaksikan suatu tindakan. Misalnya, pada waktu kita makan, kita anggap melanggar etiket ketika mengunyah sampai terdengar berbunyi kecap oleh orang lain. Akan tetapi, apabila kita makan sendirian, kiat dianggap tidak melanggar etiket meskipun kita melakukan hal yang sama. Sementara itu, etika berlaku baik ketika ada orang atau pihak lain yang menyaksikan maupun tidak. Larangan untuk mencuri, korupsi, mencontek, dan sebagainya berlaku kapan saja, entah disaksikan orang lain ataupun tidak.
  • Etiket bersifat relatif. Etiket sangat tergantung pada anggapan kalangan atau budaya yang memberlakukan etiket. Misalnya, bersendawa waktu makan dianggap kurang sopan bagi masyarakat timur. Sebaliknya, etika lebih bersifat universal. Larangan untuk mencuri, mencontek, merokok dan sebagainya berlaku pada semua kalangan dan budaya.

Penjelasan mengenai perbedaan antara etika dan etiket di atas menurut kita untuk tidak lagi mencampuradukkkan dan ataupun menyamakan makna keduanya. Nah itulah sedikit penjelasan mengenai etiket dan etika beserta perbedaanya, Sekian dan semoga bermanfaat.


Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Etiket dan Etika (Pengertian dan Perbedaan)"

Post a Comment