Pengertian, Kaidah dan Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Pengertian, struktur dan kaidah laporan hasil observasi,- Dalam materi pelajaran bahasa indonesia khususnya pada kurikulum 2013 (K-13) banyak materi baru atau materi yang baru diajarkan di sekolah baik jenjang SD hingga SMA/SMK, berbeda dengan materi pada kurikulum sebelumnya yaitu 2006. Nah pada jenjang SMA/SMK khususnya kelas X dalam materi bahasa indonesia akan diajarkan mengenai materi laporan hasil observas, materi ini mengajarkan bagaimana membuat sebuah laporan hasil observasi yang baik dan benar sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Untuk penjelasan mengenai itu semua bisa dilihat pada ulasan berikut ini.


Pengertian

Laporan adalah segala sesuatu yang disampaikan atau diinformasikan baik secara lisan maupun secara tertulis setelah melakukan suatu kegiatan/penelitian. Laporan dapat dibuat berdasarkan pengamatan (observasi) terhadap keadaan, objek, atau peristiwa tertentu. Melaporkan sesuatu perlu memahami tentang tata cara menyusun laporan dengan baik dan benar. Laporan dikatakan baik jika sesuai dengan kaidah penyusunan laporan, dikatakan benar apabila yang dilaporkan sesuai dengan fakta dan mencakup semua unsur yang dilaporkan. Tujuan dari teks laporan adalah memberikan pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya kepada pembaca.

Teks laporan sering dianggap sama dengan teks deskripsi. Sebenarnya dua jenis teks tersebut berbeda. Perbedaan yang paling menonjol terletak pada sifatnya, yaitu teks laporan bersifat global dan universal, sedangkan teks deskripsi bersifat unik dan individual.

Kaidah Dalam Laporan Hasil Observasi

Hal-hal yang harus diperhatikan (kaidah) dalam penulisan sebuah laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.
  1. Mengungkapkan keterangan secara lengkap.
  2. Logis, yaitu segala keterangan yang disajikan dapat diterima akal.
  3. Menggunakan bahasa yang kominikatif, jelas, dan mudah untuk dipahami.
  4. Disajikan secara sistematis berdasarkan urutan peristiwa/berkesinambungan.
  5. Bentuk, isi, dan gaya laporan harus sesuai.
  6. Objektif, yaitu semua yang dilaporkan berdasarkan data yang jelas dan dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan kejujuran, ketelitian, dan kecermatan.

Teks laporan disusun dengan struktur teks pernyataan umum atau klasifikasi diikuti oleh anggota atau aspek yang dilaporkan. Tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan pembukaan atau pengantar tentang hal yang akan dilaporkan, sedangkan tahap anggota atau aspek yang dilaporkan berisi semacam pembahasan atau isi tentang hal yang dilaporkan.

Struktur Dalam Laporan Hasil Observasi

Adapun struktur penyusunan laporan hasil observasi untuk keperluan resmi (makalah) terdiri dari empat bagian, yaitu sebagai berikut.
  1. Judul laporan, judul harus jelas dan tidak terlalu panjang.
  2. Pendahuluan, berisi latar belakang masalah yang diobservasi dan tujuan dilakukannya observasi.
  3. Isi, menguraikan pelaksanaan (meliputi nama kegiatan, objek/hal yang diamati, tempat dan waktu observasi, nama pengamat) dan hasil observasi yang berisi pembahasan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan.
  4. Penutup, berisi kedimpulan dan saran.

Kalimat yang digunakan dalam laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.
  1. Pendek, singkat, dan jelas.
  2. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  3. Menghindari penggunaan istilah-istilah yang membingungkan dan kurang dipahami oleh umum.
  4. Memperhatikan etika, estetika, dan logika bahasa.
  5. Menggunakan kalimat aktif bukan kalimat pasif.

Nah begitulah sedikit penjelasan mengenai pengertian laporan hasil observasi beserta, struktur dan kaidah kebahasaan, demikian artikel bahasa indonesia yang dapat saya bagikan dan terima kasih.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian, Kaidah dan Struktur Teks Laporan Hasil Observasi"

Post a Comment