Organisasi Semimiliter Bentukan Jepang (Seinendan, Fujinkai, Keibodan, Syuisyintai)

Organisasi-Organisasi Semimiliter Bentukan Jepang,- Pada masa penjajahan, khususnya pada masa penjajahan jepang di Indonesia, banyak sekali hal yang terjadi baik karena campur tangan jepang atau tidak. Salah satu yang mungkin paling di ingat mengenai penjajahan jepang adalah pembentukan organisasi-organisasinya, dimana pada masa tersebut terbentuk organisasi militer dan semimiliter, untuk organisasi militer terbentuk beberapa organisasi yaitu: Heiho, PETA, dan Gakukotai. Untuk organisasi semimiliternya terbentuk 4 organisasi yaitu: Seinendan, Fujinkai, Keibodan, dan Syuisyintai. Untuk penjelasan mengenai organisasi semimiliter bisa dibaca penjelasan dibawah ini.

a. Seinendan
Seinendan adalah sebuah organisasi barisan pemuda yang dibentuk tanggal 9 Maret 1943 oleh tentara Jepang di Indonesia. Tuuan dari Organisasi ini adalah untuk mendidik dan melatih para pemuda, agar dapat mempertahankan tanah airnya  dengan kekuatan sendiri. Akan tetapi, maksud sebenarnya ialah untuk mempersiapkan pemuda Indonesia untuk membantu militer Jepang untuk menghadapai pasukan sekutu. Organisasi ini bercorak militer dan semi militer. Organisasi ini dibawah kepemimpinan Gunseikan. Persayaratan untuk menjadi anggota Seinendan tidak begitu sulit, selama anggotanya tercatat sebanyak 35.500 orang pemuda dari seluruh jawa. Jumlah ini berkembang menjadi kira-kira 50.000 orang pemuda pada akhir masa kependudukan Jepang.
Seinendan

Secara resmi disebutkan bahwa pembentukan ini bertujuan mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri. Maksud yang tersembunyi dari organisasi ialah agar dengan demikian memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat usaha mencapai kemenangan akhir dalam perang saat itu, yaitu perang terhadap sekutu. Saat pelatihan organisasi ini diberikan pelatihan-pelatihan militer baik untuk mempertahankan diri maupun untuk penyerangan, mereka ini adalah pemuda-pemuda Asia berusia antara 15-25 tahun (kemudian diubah menjadi 14-22 tahun).

b. Fujinkai
Pengerahan tenaga untuk berperang tidak hanya berlaku bagi kaum laki-laki, tetapi berlaku juga untuk kaum wanita Indonesia. Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas para wanita berusia 15 tahun ke atas. Mereka juga diberikan latihan-latihan dasar militer dengan tuga membantu Jepang dalam perang. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang.

Baca: Organisasi militer bentukan Jepang (Heiho, PETA dan Gakukotai)

c. Keibodan
Keibodan merupakan organisasi semi militer yang dibentuk pada tangga 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas para pemuda usia 23-25 tahun. Tugas Keibodan adalah sebagai pembantu polisi dalam yang bertugas antara lain menjaga lalu lintas, pengamanan desa, sebagai mata-mata, dan lain-lain. Jadi keibodan ini selain untuk memperkuat kewaspadaan dan disiplin masyarakat juga untuk politik pecah belah. Keibodan  mendapat pengawasan ketat dari tentara Jepang, karena untuk menghindari pengaruh dari kaum nasionalis dalam badan ini. Di seluruh pelosok tanah air sudah dibentuk Keibodan walaupun namanya berbeda, antara lain di Sumatra disebut Bogodan sedangkan di Kalimantan disebut Borneo Konen Hokukudan.

d. Syuisyintai
Syuisyintai diresmikan pada tanggal 25 September 1944, Syuisyintai ini dipimpin oleh Ir. Soekarno yang dibantu oleh Oto Iskandardinata, R.P. Suroso, dan Dr. Buntaran Martoatmojo. Barisan pelopor memiliki kekuatan satu batalyon di tiap kota atau kabupaten, menyiapkan pemuda-pemuda dewasa untuk perlawanan rakyat. Latihan-latihanya ditekankan pada semangat kemiliteran.

Nah itulah 4 organisasi semimiliter bentukan jepang pada mas penjajahan, demikian artikel sejarah menganai organisasi yang dapat freedomsiana bagikan dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Organisasi Semimiliter Bentukan Jepang (Seinendan, Fujinkai, Keibodan, Syuisyintai)"