PENGERTIAN Iman Kepada Hari Akhir (Hari Kiamat)

Hal yang terpenting dari iman kepada hari akhir adalah kesadaran bahwa segala yang kita lakukan harus kita pertanggung jawabkan secara sendiri-sendiri dan secara peribadi di hadapan Allah Swt. Mengimani hari akhir adalah mengimani hari pertanggungjawaban itu, mengimani hari akhir adalah mengimani kehidupan setelah kematian, yakni kehidupan abadi yang merupakan kelanjutan dari perjalanan kita di muka bumi. Inilah yang disebut dengan alam akhirat, dimana manusia ditempatkan secara terpisah berdasarkan tingkat kebajikan amal ibadahnya selama di bumi. Mereka yang amal kebajikanya lebih menonjol akan mendapat tempat yang membahagiakan, tempat dimana rasa takut dan khawatir tidak ada, tempat dimana segala kenikmatan tersedia, itulah yang disebut surga. Adapun bagi mereka yang amal buruknya lebih menonjol, maka mereka harus dihukum terlebih dahulu dengan tingkat hukuman yang setimpal dengan tingkat keburukanya yang dilakukan selama hidup di dunia. Tempat hukuman tersebut sering disebut sebagai neraka. Bila hukumannya berakhur, maka ia akan diangkat untuk kemudian ditempatkan di surga.

Pengertian Iman kepada Hari Akhir


Iman kepada hari akhir adalah menyakini bahwa seluruh alam termasuk alam dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran yang ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh Malaikat Israfil. Dijelaskan bahwa pada hari itu semua benda yang ada di langit sudah tidak beraturan lagi, baik bintang, planet, maupun bulan saling bertabrakan. Gunung-gunung meletus, hancur, dan bertaburan. Badai, ombak sangat dahsyat, manusia pontang-panting tidak dapat mengenali sanak saudaranya, yang akhirna semua kehidupan hancur dan mati. Tak ada satu pun yang mengetahui secara pasti terjadinya hari akhir. Adapun yang mengetahui hanya Allah Swt. bahkan rasul pun tidak ada yang mengetahuinya, dan kita hanya diberi tahu sedikit mengenai hari itu lewat kita suci Al-Qur'an.
Setelah tanda-tanda tersebut tampak, maka pada suatu hari akan terdengar suara terompet yang sangat nyaring. Inilah terompet kematian dan kehancuran alam semesta. Pada hari kiamat ini, semua makhluk hidup akan mati. Hanya Allah Swt. yang tetap perkasa. Manusia, hewan, tumbuhan, jin dan malaikat semuanya akan mati. Pada hari itu, alam semesta ini hancur berantakan. Hukum alam tidak berjalan sesuai kondratnya. Matahari tidak akan terbit dari timur dan tenggelam di barat, air tidak mengalir dari tempa yang tinggi tetapi sebaliknya. Gunung tak lagi menjadi tiang pancang bumi tetapi menjadi pemecah bumi yang sangat dahsyat. Langit yang menaungi bumi sehingga makhluk hidup bumi bisa bernapas dan terlindungi dari sengatan matahari juga pecah berantakan.

Setelah semua makhluk hidup mati, mereka akan dibangkitkan kembali setelah terompet di sembunyikan untuk kedua kalinya. Pada saat itu, semua manusia akan hidup kembali, akan tetapi manusia bukan lagi hidup di alam dunia. Mereka memasuki kehidupan alam akhirat atau alam panca dunia. Alam akhirat merupakan kelanjutan kehidupan dunia. Artinya, orang yang hidup di dunia selanjutnya akan hidup di alam akhirat. Alam akhirat tidak dimulai dari kelahiran baru. Di alam akhirat inilah kehidupan abadi dimulai. Manusia akan hidup di alam ini untuk selama-lamanya.

Di alam akhirat manusia akan merasakan amal yang ditanamnya di dunia. Manusia yang waktu itu hidup di dunia beriman dan beramal baik, Allah Swt. akan membalasnya dengan kenikmatan di surga. Sebaliknya, orang yang tidak beriman atau kafir akan dimasukkan ke dalam neraka karena keingkarannya. Orang yang beriman tetapi amal buruk akan dihukum terlebih dahulu di neraka sebelum dimasukkan surga.

Nah itulah pengertian mengenai iman kepada hari akhir beserta penjelasannya, Demikian artikel ini dan semoga bermanfaat bagi anda.

Advertisement

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENGERTIAN Iman Kepada Hari Akhir (Hari Kiamat)"

Post a Comment